Wakil Gubernur Sumbar : Ekstrakurikuler Silat Diwajibkan Di Sekolah-Sekolah

Wakil Gubernur Sumbar : Ekstrakurikuler Silat Diwajibkan Di Sekolah-Sekolah

PADANG,—Wakil Gubernur (Wagub) yang juga Ketua Umum IPSI Sumbar, Vasko Ruseimy mengingatkan  silat merupakan salah satu tonggak budaya Minangkabau karena itulah  IPSI memiliki peran strategis dalam memperkokoh identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet,

hal itu disampaikan Wakil Gubernur dalam. Rapat Kerja Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Sumatera Barat (IPSI Sumbar) tahun 2025 yang diikuti100 peserta yang mewakili pengurus provinsi dan kabupaten/kota

Mengusung tema “Satu Gerak, Satu Langkah Menuju Pengembangan Silek dan IPSI Sumbar 2026”, agenda tersebut dirancang untuk menyusun arah kerja organisasi secara lebih terstruktur pada tahun mendatang.

Raker ini juga menjadi ajang evaluasi untuk memperkuat sinergi antara prestasi olahraga dan pelestarian budaya silat tradisi yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Salah satu program yang tengah didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar adalah integrasi silat ke dalam kegiatan pendidikan.

Ia mengatakan bahwa saat awal menjabat sebagai Wakil Gubernur, program silat masuk sekolah langsung menjadi prioritas utama.

“Ekstrakurikuler silat tradisi diwajibkan di sekolah-sekolah tingkat SMA yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi, guna memastikan regenerasi pesilat tradisi terus berjalan,”

Vasko menyebutkan bahwa dari sekitar 200 aliran silek yang pernah ada, kini hanya tersisa sekitar 50 aliran. Hal tersebut menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat bahwa upaya pelestarian harus dilakukan secara serius.

Ia berharap keberadaan IPSI dapat menjadi motor penggerak agar silat kembali menjadi kebanggaan generasi muda. Dengan adanya kebijakan ini, para guru silek dan tuo-tuo tradisi kembali dicari oleh sekolah untuk mengajarkan ilmu. “Jika generasi muda bangga dengan budaya lokalnya, maka silat akan hidup kembali,”

Di hadapan peserta raker, Vasko juga menegaskan bahwa prestasi silat Sumbar yang diraih belakangan ini merupakan buah kerja bersama seluruh unsur pembinaan.

Ia mengajak atlet dan pelatih untuk tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi menjadikan filosofi silat tradisi sebagai dasar pembentukan karakter dan jiwa.

Dirinya bahkan mengusulkan agar IPSI Sumbar membuat agenda yang menghadirkan seluruh atlet silat di Sumbar dalam satu kegiatan besar di ruang terbuka, bukan di matras agar nilai-nilai tradisi dapat dirasakan secara lebih nyata.

Lebih jauh, Vasko kembali menekankan pentingnya kerja kolektif di internal organisasi. Ia meminta pengurus IPSI kabupaten/kota dan provinsi mengedepankan kolaborasi dan meninggalkan perdebatan yang tidak produktif.

 

Vasko Ruseimy juga menyinggung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026 mendatang dan IPSI diharapkan mengambil peran besar dan turut memperkuat posisi pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan sekaligus kebanggaan daerah,”