Tanahdatar, —Bupati Tanah Datar Eka Putra Kukuhkan Pokja Dan Bunda PAUD Kecamatan se Tanah Datar
Pengukuhan diikuti secara virtual tersebut diikuti Kepala Dinas Pendidikan Riswandi, Beberapa Kepala OPD Lingkup Pemkab Tanah Datar, Bunda PAUD Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra (selaku Narasumbe), Dr. Wisma Endrimon, M.Pd, Kepala BP PAUD dan Dikmas Prov.Sumbar (Selaku Narasumber), Camat se-Kabupaten Tanah Datar, dan undangan lainnya di Gazebo Indo Jolito Batusangkar
Bupati minta Pokja dan Bunda PAUD Kecamatan yang baru saja dikukuhkan untuk segera menyusun Pokja PAUD di kecamatan, jangan sampai menunggu lama dan itu benar-benar pengurus yang aktif dan mau bekerja karena ini juga sosial sifatnya.
Dikatakan Bupati bahwa pendidikan usia dini pada anak sangat strategis dalam pengembangan sumberdaya manusia dan hal itu juga sejalan dengan program unggulan daerah satu rumah, satu hafizh atau hafizah.
“Kalau sudah semenjak dini anak-anak kita di didik dengan agama yang kuat dan hafizh al quran, Insya Allah di tahun 2045 nanti di Tanah Datar masyarakatnya lebih dari 50 persen adalah penghafal Alquran,” ujarnya.
“Bagi anak-anak yang hafal al quran akan ada reward dari pemerintah daerah, dari itu kami juga berharap kepada tenaga pendidik di PAUD juga ada yang hafizh al quran,”
Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi Sumatera Barat Wisma Endriamon, yang juga selaku nara sumber menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Datar yang langsung mengukuhkan pokja PAUD dan Bunda PAUD kecamatan, karena begitu tingginya perhatian pemda setempat terhadap pendidikan anak usia dini.
“Ini sebuah energi yang luar biasa hebat bagi PAUD di Tanah Datar, Kami dari PAUD dan Dikmas Provinsi Sumatera Barat siap bergandengan tangan menjadi mitra utama untuk teman-teman pokja dan Bunda PAUD kecamatan, pendidikan usia dini 0-6 tahun adalah periode yang sangat penting. Pada masa tersebut sangat diperlukan pendekatan dan pemahaman bagaimana peningkatan kesehatan, nutrisi, pendidikan dan perkembangan serta pola asuh anak dan ini tidak hanya di Indonesia saja, namun sudah dunia.
Sementara itu Bunda PAUD Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra seirama menyampaikan materi terkait strategi peningkatan akses Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Satu Jorong Satu PAUD, jadi harus ditingkatkan akses pokja PAUD dan Bunda PAUD hingga jorong untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
“Di Tanah Datar terdapat 395 jorong dengan jumlah PAUD hampir 500 yang terdiri dari formal dan non formal, sehingga jumlah itu sudah termasuk baik di Sumatera Barat,” ucap Ny. Lise Eka Putra.
Ny. Lise juga mengatakan agar dilakukan pemetaan terhadap tenaga pendidik di PAUD, agar dapat diidentifikasi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di PAUD. Dan dilakukan perencanaan berbasis data, sehingga menguatkan rasional penganggaran pada APBD sehingga dapat terakomodir.(mdtk)