Oleh : H. Abdel Haq, SM-IQ, S.Ag , MA. *
Bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M yang selalu ditunggu dan dirindukan oleh lapisan umat Islam jagad raya, seantero dunia. Alhamdulillah, telah kembali menghampiri kita pada tahun ini. Namun, kehadirannya setiap tahun dipastikan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Bulan suci Ramadhan kadang-kadang hadir sewaktu umat Islam dalam kondisi aman, nyaman dan sejahtera. Nyaris tanpa ada gangguan fisik, mental dan terjauh dari berbagai penyakit, kegaduhan dan peperangan.
Alhamdulillah, khusus bagi umat Islam Indonesia, telah berakhir pandemi Covid 19 yang mengenaskan dan misteri.
Semuanya telah mulai bangkit dari berbagai keterpurukan yang luar biasa, disebabkan berbagai pelarangan di masa berjangkitnya Covid 19 yang sampai sekarang masih misteri. Malah bisa menghilangkan akal sehat, dengan adanya komunikasi yang simpang siur, disebabkan adanya grand desain para petinggi global, yang ingin menguasai aset dunia dan menginginkan kekuasaan dan menginginkan power dalam genggamannya.
Bagaimana pun pandemi ini telah berlalu, namun masih menyisakan trauma, penyakit psikologis bagi berbagai kalangan.
Kehadiran bulan suci Ramadhan kali ini, tentu membawa angin segar, mendatangkan semangat baru, harapan baru untuk melakukan berbagai aktivitas, kegiatan dan rangkaian amal ibadah untuk
keluar dari berbagai krisis, yang telah memporak porandakan tatanan umat.
” Bulan Ramadhan Penuh Keberkahan “.
Bulan Ramadhan adalah Sayyidusy-syuhur, penghulu bulan yang selalu ditunggu, dirindukan kedatangannya oleh umat Islam di seluruh pelosok dunia. Bulan yang memiliki banyak keberkahan, keistimewaan, maghfirah dan penuh kebaikan, fadhilah dan keutamaannya.
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya :
” An Abiy Hurairata qaala lammaa hadhara Ramadhaanu qaala Rasuulullaahi shallallahu ‘alaihi wa sallama, Qad jaa-akum Ramadhaanu syahrum mubaarakun iftaradhallaahu shiyaamahu wa tuftahu fiihi abwaabul jannati, wa tughlaqu fiihi
abwaabul jahiimi, wa tughallu fiihisy syayaathiinu, fiihi lailatun khairum min alfi syahrin, man hurima khairahaa faqad hurima “. ( Rawaahu Imam Ahmadu ).
Artinya : ” Dari Abiy Hurairah RA ia berkata; ketika tiba bulan Ramadhan Rasulullah Muhammad SAW bersabda : ” Telah
datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, yang Allah wajibkan puasa di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang tidak mendapatkannya, sungguh ia telah merugi “.
( H.R Imam Ahmad ).
Begitu penting dan istimewanya bulan suci Ramadhan bagi umat Islam, yang tidak lain adalah anugerah dan nikmat yang dahsyat
dari Allah Swt.
Dinamakan bulan Ramadhan itu syahrun mubaarakun, karena pada bulan ini semua amal ibadah, dilipat gandakan nilai pahalanya oleh Allah Swt.
Jika di bulan suci Ramadhan seseorang melakukan ibadah wajib, seperti shalat, zakat dan puasa, maka nilai pahala yang diberikan oleh Allah Swt kepada mereka yang mengerjakan, diberikan bonus, hadiah yang luar biasa dengan kelipatan sampai tujuh ratus kali lipat.
Apabila seseorang mengerjakan ibadah sunah di bulan suci Ramadhan, maka Allah Swt akan memberikan balasan setimpal dengan pelaksanaan ibadah wajib.
Justeru itu, banyak di kalangan umat Islam membayarkan zakat, memberikan infaq dan shadaqah di bulan suci Ramadhan.
Bagaimana kiat-kiat memaksimalkan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan?
Setidaknya ada beberapa hal yang harus dimiliki dan ditindaklanjuti :
1. Memiliki tekad yang kuat dan niat yang ikhlas untuk fokus melakukan rangkaian ibadah, dengan cara memperhatikan dan menghayati keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan.
2. Menjadikan Ramadhan tahun ini, sebagai ajang, wadah dan media untuk memperbaiki diri, karakter dan latihan yang paripurna dalam menuju hamba Allah yang bertakwa dalam pengertian yang sebenarnya.
3. Membuat jadwal kegiatan harian selama bulan Ramadhan, yang harus dipatuhi dan dilakukan secara konsekwen dan penuh tanggung jawab.
Berdasarkan kiat-kiat dan formulasi yang telah ditetapkan, maka sepanjang bulan suci Ramadhan ada beberapa item rangkaian ibadah yang harus dilakukan
setiap hari, dengan penuh disiplin dan penuh tanggung jawab, antara lain :
1. Melaksanakan shalat berjamaah di masjid dan mushalla tempat domisili atau di tempat kerja masing-masing.
Sebagai upaya untuk merealisasikan kriteria hamba Allah yang beriman dan bertakwa. Mereka itulah yang selalu mendirikan shalat berjamaah, shalat bersama mereka yang rukuk.
Sebagaimana firman Allah Swt :
” Wa aqiimushshalaata wa aatuzzakaata warka’uu ma’ar raaki’iina “.
Artinya : ” Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk “. ( Q.S.2.43 ).
Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk
melaksanakan shalat secara berjamaah di masjid atau mushalla, yang nilainya lebih baik 27 kali lipat dari shalat sendirian.
2. Melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tuntutan Rasulullah Muhammad SAW dan menjauhi segala hal, yang akan merusak nilai-nilai ibadah puasa.
Ibadah puasa yang dilakukan, bukanlah sekedar menahan haus dan lapar saja. Tetapi ibadah yang betul-betul dilakukan dengan penuh keikhlasan, mencari keridhaan Allah Swt, dengan mengendalikan hawa nafsu, dari keinginan, kemauan yang tidak bermanfaat.
Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan :
” Rubba shaa-imin laisa lahuu min
shiyaamihii illal juu’ wal ‘athasy “.
( Rawaahu Ibnu Majah ).
Artinya : ” Betapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa haus dan lapar “.
( H.R. Ibnu Majah )
Oleh sebab itu, umat Islam harus
berupaya maksimal agar puasa yang dilakukan sempurna dan paripurna. Yaitu dengan mempuasakan seluruh anggota badan. Tangan jangan sampai mengambil hak orang lain, melakukan perusakan terhadap barang, benda yang akan merugikan diri dan orang lain. Kaki tidak akan dilangkahkan ke tempat maksiat, ke tempat yang tidak diridhai Allah Swt. Seperti bepergian tempat perjudian, discotik dan lokasi yang dipenuhi perbuatan maksiat lainnya.
Bagaimana pun juga setiap yang kita lakukan akan kita pertanggungjawabkan di sisi Allah Swt.
Mata dan alat indera lainnya yang kita miliki, selama bulan Ramadhan kita latih untuk banyak melihat dan memperhatikan anugerah Allah Swt yang tidak terhitung banyaknya.
Terutama kita manfaatkan untuk banyak melihat ayat-ayat Al-Quran, bertadarus, mentadabbur Al-Quran dan membaca buku-buku yang bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, membuat kita semakin bersemangat meningkatkan silaturahmi dan kepedulian kepada sanak saudara yang membutuhkan, termasuk memperhatikan anak-anak yatim dan anak-anak terlantar.
Selama melaksanakan ibadah puasa pendengaran pun harus dikendalikan dan diarahkan untuk mendengarkan hal yang baik dan bermanfaat. Pada bulan suci Ramadhan inilah kesempatan yang sangat baik dan strategis untuk melatih diri, jiwa raga untuk menjadi hamba Allah yang beriman, agar taat, patuh kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Dengan mengarahkan dan mengendalikan pendengaran untuk banyak mendengarkan ayat-ayat Al-Quran, mendengarkan ceramah agama dan ceramah ilmiah untuk menambah pengetahuan umum dan wawasan keislaman.
Insya Allah, akan mampu membawa perubahan kepada sikap, karakter dan tingkah laku selepas bulan suci Ramadhan.
Bahkan, tidak berhenti sampai disini, akan tetapi hati, nurani, jiwa pun harus selalu diasah, diasuh, diasih dan dibersihkan dari segala penyakit psikologis, penyakit hati yang tidak kalah dampaknya dari penyakit jasmani.
Bahkan sering kali menurut penelitian para pakar psikologi, penyakit jasmani banyak ditimbulkan oleh hati yang sakit. Di antara penyakit hati, kejiwaan yang kadang tidak disadari oleh manusia, antara lain : sombong, ujub, iri hati, dengki, egois, pembohong, pendendam, bakhil, riya, suka pamer, takabur dan pemarah yang akan merusak nilai-nilai amal ibadah di sisi Allah Swt dan dibenci oleh manusia.
Dalam hal ini Allah Swt mengingatkan :
” Walaa taqfu maa laisa laka bihii ‘ilmun, innas sam’a wal bashara wal fu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaa “.
( Q.S.17.36 ).
Artinya : ” Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta
pertanggungjawabannya “. ( Q.S.17.36 ).
Justeru itu, kehadiran bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, ampunan dan keistimewaan ini, sudah sepantasnya dimanfaatkan dengan maksimal oleh umat Islam, untuk melatih dan memperbaiki tindak tanduk, perilaku, terutama dalam pembinaan menuju karakter muslim sejati.
3. Memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk fokus beribadah, menjadikan hari-hari sarat dengan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Kalau perlu tekadkan dan azzamkan dalam hati :
” Tiada hari tanpa ibadah “.
Untuk itu perlu diagendakan dan dibuatkan skidul, daftar kegiatan selama bulan suci Ramadhan, agar mampu mematuhi dan menjalankan secara maksimal oleh pecinta dan perindu datangnya Ramadhan.
Mulai dari bangun sahur, terlebih dahulu lakukanlah shalat tahajjud beberapa rakaat dan ditutup lagi dengan shalat witir.
Kemudian disunahkan menta’khirkan makan sahur. Karena menta’khirkan santap sahur adalah sebuah keberkahan, kata Rasulullah Muhammad SAW.
Selesai makan sahur biasakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla tempat berdomisili. Dengan melakukan shalat berjamaah di bulan Ramadhan, Allah Swt sediakan pahala berlipat ganda dan bonus yang tak terkira.
Kalau di bulan selain Ramadhan, diberikan bonus oleh Allah Swt sebanyak 27 kali lipat. Maka di bulan Ramadhan tentu Allah Swt sediakan banyak keberkahan dan bonus yang luar biasa, yang diterima umat Islam di dunia dan akhirat kelak.
Selesai shalat shubuh berjamaah, setelah berzikir dan berdo’a kepada Allah Swt,. dilanjutkan dengan membaca Al-Quran selama 15 sampai 30 menit.
Sebaiknya membaca Al-Quran dilakukan di rumah masing-masing, dengan tujuan agar rumah kita mengeluarkan aura positif. Seperti diperintahkan Rasulullah Muhammad SAW :
” Nawwiruu manaazilakum bishshalaati wa qiraa-atil Quran “.
Artinya : ” sinarilah rumah-rumah kamu dengan mendirikan shalat dan membaca Al-Quran ” ( H.R. Imam Baihaqi ).
Setelah membaca Al-Quran sekitar setengah jam, lakukan olahraga ringan untuk menjaga kesehatan, agar selalu sehat dan bugar.
Melanjutkan aktivitas, kegiatan harian atau melaksanakan tugas rutin dengan penuh semangat dan penuh keikhlasan.
Apa pun profesi kita, sebagai ASN, Pendidik, TNI, POLRI, Pengusaha, Pedagang, Petani atau Wiraswasta lainnya, jadikan senuanya itu sebagai lapangan ibadah kepada Allah Swt.
Menjelang masuknya waktu shalat zhuhur, telah mempersiapkan diri menuju masjid atau mushalla yang telah ditetapkan.
Sebelum melakukan shalat fardhu zhuhur lakukan shalat rawatib 4 rakaat dan sesudah shalat zhuhur lakukan pula shalat dua rakaat.
Setelah shalat zhuhur berjamaah, berdzikir dan berdo’a plus shalat sunnah bakda zhuhur. Lalu kembali melanjutkan membaca Al-Quran lebih kurang dua puluh menit atau sekitar setengah jam. Jika kondisi tubuh butuh istirahat, maka beristirahatlah sekitar setengah jam atau satu jam, untuk memulihkan kesehatan. Bagaimana pun kesehatan merupakan
modal dasar untuk melakukan segala aktivitas. Pasca istirahat lanjutkan rutinitas, sesuai dengan profesi dan tugas masing-masing.
Menjelang masuk waktu shalat ‘ashar, pastikan telah siap menuju masjid mushalla. Setelah melakukan shalat fardhu ‘ashar lanjutkan dengan membaca Al-Quran seperempat jam atau setengah jam, sesuaikan dengan kondisi.
Bakda ashar lakukan pekerjaan rutin di rumah, bagi wanita menyiapkan segala perlengkapan perbukaan. Selesai menyiapkan perbukaan, jika kondisi memungkinkan lakukan bersih lingkungan dan mandi di waktu sore.
Kemudian menyiapkan hidangan takjil buat keluarga, biasanya isteri, suami dan anak bekerja sama dalam menyuguhkan perbukaan. Dalam hal ini, berbukalah dengan yang manis, sebaiknya berbukalah
dengan beberapa buah korma, dengan hitungan ganjil, satu, tiga, lima buah biji korma sesuai dengan yang dibutuhkan.
Setelah takjil, berbuka seadanya di rumah, lalu bersegeralah ke masjid atau mushalla karena muazzin tengah melantunkan panggilan untuk shalat maghrib berjamaah.
Selesai shalat maghrib, berzikir dan berdo’a, lalu lanjutkanlah dengan shalat rawatib dua rakaat.
Kembali ke rumah untuk menikmati makan malam, setelah 12 jam tidak makan minum. Makanlah sekenyangnya, jangan berlebihan, karena makan minum berlebihan tidak disukai oleh Allah Swt.
Setelah menikmati makan malam bersama keluarga tercinta, duduk santailah menjelang masuknya waktu shalat ‘isya. Sekira 10 menit menjelang azan berkumandang, siapkanlah diri untuk pergi
ke masjid atau mushalla, dengan pakaian bersih, rapi tentu saja dengan memakai harum-haruman sesuai anjuran Rasulullah Muhammad SAW.
Sebelum melangkahkan kaki ke masjid atau mushalla, pastikan rumah dalam keadaan aman, listrik dan kompor dalam kondisi terkendali. Sesampainya di masjid jangan lupa shalat tahiyyatul masjid dan ikutilah agenda Ramadhan di masjid dan mushalla.
Selama bulan suci Ramadhan pengurus masjid dan mushalla, juga telah menyiapkan agenda yang menarik untuk diikuti oleh jamaahnya. Di antara agendanya shalat berjamaah tarwih, witir dan mendatangkan Muballigh untuk memberikan taushiyah dan pencerahan, lengkap dengan materi dan judul yang akan disampaikan Muballigh.
Pengurus pun membuka kesempatan bagi jamaah untuk meningkatkan ibadah ghairu mahdhah, ibadah dalam pengertian luas. Ada yang disebut dengan karya Ramadhan, berupa pengumpulan infaq, shadaqah dan zakat. Juga donatur untuk pelaksanaan kegiatan di bulan suci Ramadhan, termasuk jadwal menyiapkan perbukaan bagi petugas masjid dan takjil setiap harinya.
Biasanya jamaah sudah memaklumi dan menyiapkan jauh-jauh sebelum bulan Ramadhan datang. Setelah mengikuti qiyamullail, mendirikan malam Ramadhan di masjid dan mushalla. Boleh jadi dilanjutkan dengan acara tadarusan di masjid dan mushalla.
Dengan catatan, tidak mengeraskan suara via sound sistem kera-keras, menimbulkan suasana bising, dapat mengganggu mereka yang ingin istirahat, setelah seharian penuh melakukan aktivitas dan kegiatan mencari nafkah.
Menjelang memasuki kamar istirahat, pastikan sudah berwuduk dan jangan lupa berdo’a menjelang mata terpejam.
Begitulah sekelumit cara, kiat-kiat sekedar dijadikan pedoman singkat, diagendakan untuk memaksimalkan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan.
Semoga kita sehat dan mampu memaksimalkan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan, aamiiin … wallaahu a’lam bishshawaab.
Komplek Harka Sarai Permai, Koto Tangah Padang.
Penulis : adalah Jurnalis, Aktivis Dakwah Pendidikan, Pemerhati Sosial dan terakhir Kakankemenag Dharmasraya.*