Tanahdatar,– Luar Biasa, 480 orang siswa-siswi kelas X dan X1 SMAN 2 Batusangkar sudah bisa melaksanakan penyelenggaran jenazah setelah mereka dibimbing oleh mentornya selama pesantren ramadhan dari tanggal 7 april dan berakhir tanggal 23 apri mendatang
Kepala SMAN 2 Batusangkar Nursillita Spd Msi menyebutkan Praktik penyelanggaran dipusatkan di Mushala SMA 2 tersebut diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi dengan Materi praktik meliputi tata cara memandikan, mengkafani, mensholatkan
Namun untuk menguburkan jenazah tidak diperaktekan dan mereka dibagi tiga kelompok dan masing kelompok lima orang bertugas memandikan, lima orang betugas mengapani dan yang lainya melaksanakan shalat jenazah dan masing masing siswa tersebut dibagi 14 kelompok
Setelah selesai berlajar praktek dan masing masing kelompok di lombakan disamping lomba Cerdas Cermat dan lomba MSQ sehingga dengan dilombakan ini siswa kita serius untuk mengikutinya
Tujuan diadakan bimbingan dan pelatihan ini guna meningkatkan pengetahuan siswa tentang pengurusan terhadap jenazah, dan jika tidak ada tenaga ahli yang menangani pengurusan jenazah siswa kita bisa menangangi dengan segera apalagi jika terjadi pada keluarga dan tetangganya.
Pelaksanaan kita mulai dalam tata tata cara memandikan, mengkafani, mensholatkan namun untuk menguburkan tidak dipraktekan dan siswa Siswa diharapkan tidak hanya memahami tapi mampu juga mempraktikkannya jika berada di tengah masyarakat nantinya
Apalagi penyelenggaran jenazah ini adalah sesuatu yang sering dilupakan orang tapi menjadi begitu penting ketika tidak ada orang yang mengerjakannya apalagi orang yang menyelenggarakan jenazah ini sangat langka karena itulah saya sangat mengaspresiasi kegiatan panitia pelaksana mengusulkan harus ada praktek shalat jenazah
tujuan untuk memberikan pengetahuan dan menambah wawasan terkait dalam penyelenggaraan jenazah juga untuk menumbuhkan minat siswa terhadap penyelengaraan jenazah ini terutama dalam hal Memandikan dan mengapani mayat
Meski memandikan sifatnya fardu kipayah akan tetapi lebih afdhal jika tata cara penyelenggaraan jenazah diketahui setiap siswa sehingga bilamana terjadi musibah kematian tidak perlu menunggu petugas yang memandikan jenazah,lebih baik ditangani oleh shohibul musibah demi menjaga hal hal yang tidak diingini
B karena pelatihan penyelenggaran jenzah bukan suatu hal yang baru, akan tetapi pemahaman mengenai tata cara penyelenggaran jenazah yang benar tentu harus disampaikan kepada siswa apalagi jika mereka yang awam dalam memandikan dan mengapani jenazah ujarnya lagi (Mdtk)