Tanahdatar — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar, sukses menjalankan program sosial berbasis adat bertajuk Rangkiang Shadaqah dan Zakat
Inovasi ini telah berjalan selama satu tahun dan menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam meringankan beban dunsanak di kampung maupun di perantauan.
Ketua KAN Sungai Jambu, N. Dt. Mangkuto Majo Lelo menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kebangkitan nilai adat yang dipadukan dengan semangat keagamaan.
“Alhamdulillah, program ini telah membantu meringankan beban banyak pihak. Ini membuktikan bahwa adat kita masih hidup dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.
Selama empat periode pelaksanaan, program ini telah menghimpun donasi dari para dermawan, terutama dari perantau.
Pada periode pertama terkumpul ±10 katidiang padi atau setara Rp 10.600.000,- dan disalurkan kepada 53 orang Dan Periode kedua terkumpul 6,8 katidiang (Rp 6.800.000,-) disalurkan kepada 34 orang
Kemudian Periode ketiga, 21 katidiang (Rp 21.000.000,-) untuk 70 orang serta periode keempat, 31 katidiang (Rp 31.200.000,-) diserahkan kepada 78 orang.
Total keseluruhan penerima manfaat mencapai 235 orang dengan total bantuan lebih dari Rp 69.600.000,-.
Ketua KAN juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik yang berdonasi dalam bentuk padi maupun uang tunai.
“Kepada semua dermawan, khususnya perantau yang telah ikut serta, kami ucapkan terima kasih. Semoga bantuan yang diberikan menjadi ladang amal yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang luas dan keberkahan dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para perantau untuk terus menjaga silaturahmi dan keterhubungan dengan kampung halaman melalui dukungan terhadap program ini. “Mari kita jaga dan lanjutkan semangat ini bersama.
Insya Allah, langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan jadi besar artinya di sisi Allah dan di hati masyarakat kita,”(mdtk)