Bupati Tanah Datar Hadiri Batagak Gala A. Datuak Rajo Mangkuto Nan Rakaf Di  Nagari Peninjauan

Bupati Tanah Datar Hadiri Batagak Gala A. Datuak Rajo Mangkuto Nan Rakaf Di Nagari Peninjauan

Tanah Datar, – Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM hadiri acara batagak gala A. Datuak Rajo Mangkuto Nan Rakaf di gedung serbaguna nagari Peninjauan.

Acara Batagak Gala itu juga dihadiri Ketua DPRD Tanah Datar H. Rony Mulyadi Dt. Bungsu, Camat X Koto Mukhlis beserta forkopimca, Wali Nagari se kecamatan X Koto, angku-angku, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Menurutnya dengan batagak gala A. Datuak Rajo Mangkuto Nan Rakaf merupakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kaumnya, terutama tentu untuk mambangkik batang tarandam dan menghidupkan kembali gala nan talipek.

Disamping itu,  alek batagak pangulu ini juga merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan nagari ke depannya.

Bupati Eka Putra juga menyampaikan bahwa pangangkatan pangulu ini tentunya sudah sesuai dengan ketentuan tentang adat di Minagkabau, yang diibaratkan dalam pepatah “biriek-biriek tabang ka sasak, dari sasak tabang ka halaman, dari niniek turun ka mamak, dari mamak turun ka kamanakan, ramo-ramo sikumbang jati, katik endah pulang bakudo, patah tumbuah hilang baganti, pusako lamo baitu juo”.

seorang niniak mamak adalah pemimpin yang harus mengayomi, membimbing, mengarahkan dan mengatur anak kemenakan dalam segenap aspek kehidupan.

Selain itu, tambahnya, pangulu yang telah dipilih oleh anak kemenakannya juga harus dapat lebih memposisikan dirinya dan mengambil peran ditengah masyarakat.

“Seorang niniak mamak juga sebagai masyarakat nagari. Untuk itu, peran niniak mamak sangat dibutuhkan dalam memberikan warna kepada pemerintahan nagari, sehingga perjalanan roda pemerintahan nagari dalam pemberdayaan masyarakat nagari dapat terwujudkan.

Sebaliknya, pemerintah nagari akan menemui batu sandungan, apabila tidak bisa merangkul niniak mamak yang ada di nagari, karena ungkapan adat menyatakan “Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka panghulu, panghulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka nan bana, nan bana berdiri sendirinyo,” ujarnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Peninjauan G.J Dt. Sinaro Nan Panjang mengatakan bahwa untuk mengangkat seorang pangulu harus dilakukan dengan bakarilahan (ikhlas) sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari.

Kepada pangulu yang baru diangkat agar selalu melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. “Mari laksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya agar kita selamat hidup di dunia dan di akhirat kelak,” ujarnya mengingatkan.

Wakil Ketua II LKAAM Tanah Datar H Hali Salmi  Dt. Panduko Basa. Menurutnya, sumpah seorang Datuak harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik.

“Tadi sudah sama-sama kita dengarkan sumpah seorang pangulu yang diucapkan. Untuk itu, sebagai niniak mamak mari kita sama-sama mematuhi sumpah yang telah kita ucapkan dan melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya,”

“Sebagai niniak mamak, mari kita tempatkan dimana peran kita, agar pembangunan di Tanah Datar ke depan semakin maju dan lebih baik (mdtk)