Tanah Datar — Rumah milik Nurlaili, seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tanah Datat ludes terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Perumahan Koppas, Nagari Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu (22/2/2026).
Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Saat kejadian, Nurlaili diketahui sedang tidak berada di rumah. Diduga, peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa menit setelah ia meninggalkan kediamannya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi di luar dugaan warga sekitar.
“Kami sangat terkejut. Tiba-tiba saja kami melihat api sudah membesar dari dalam rumah. Padahal diperkirakan hanya beberapa menit beliau meninggalkan rumah,” ujarnya.
Melihat kobaran api yang cepat membesar, warga segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya serta melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Tanah Datar, Suradi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebutkan, laporan diterima sekitar pukul 14.17 WIB dan pihaknya langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Dalam proses pemadaman, personel yang diterjunkan yakni Dicky, Afrizon, Roni Ahmad, Ferry Z, dan Jimmy. Selain itu, turut diperbantukan dari Regu 3 Salimpaung yakni Aulia Rizki (yang kemudian digantikan Furqon Maulana), Andra Yadi Adma, dan Angga.
Tambahan personel lainnya yang ikut dalam penanganan kebakaran tersebut antara lain Heru Sulistyo S, Nofiardi, Rahmat Fadilla, Teja Imam R, dan Doni Saputra.
Setelah berjibaku sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah warga lainnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, seluruh bangunan beserta isinya dilaporkan hangus terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp200 juta
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat untuk membantu meringankan beban akibat musibah tersebut (mdtk)