Oleh : H. Abdel Haq, S.Ag, MA.*
Sepanjang sejarah Kebudayaan Islam dan sejarah dunia, masalah kepemimpinan merupakan sebuah hal yang menarik untuk dibicarakan. Bahkan, tetap aktual dan selalu menjadi topik yang menarik sepanjang masa.
• Rasulullah Muhammad SAW yang diutus Allah Swt 15 abad yang silam, untuk memperbaiki akhlak, budi pekerti serta tatanan dunia, yang telah centang perenang, di sana sini terjadi perselisihan, pertumpahan darah dan pembunuhan antar suku dan bangsa, sudah merupakan sebuah pemandangan yang biasa.
• Bukan berarti kehadiran Rasulullah Muhammad SAW membawa misi risalah tauhid dan rahmatal lil ‘alamin, di tengah bangsa Arab pada waktu itu, tidaklah diterima dengan baik, bukan berjalan mulus, bukan welcome.
• Tetapi mendapatkan tantangan dan halangan dari para pemuka kaum Quraisy beserta koleganya. Karena kehadiran Rasulullah Muhammad SAW akan menjadi ancaman, tandingan bagi para pemuka kaum Quraisy dan petinggi Arab lainnya. Boleh jadi, kedatangan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul, akan menghilangkan power, kekuasaan dan hegemoni para pemuka dan petinggi masyarakat di waktu itu.
Begitulah kenyataannya, menjelang
lahirnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW ditandai oleh penyerangan membabibuta oleh tentara bergajah dari Yaman, dibawah komando panglimanya Abrahah Al-Habsyi.
Mereka ingin meruntuh Ka’bah dan menginginkan membangun Ka’bah yang baru, lalu dipindahkan ke negerinya. Meskipun, serangan dan keinginan keras Raja Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah, tidak direstui oleh Allah Swt.
Sehingga Allah Swt sendiri yang melakukan tindakan penyelamatan, karena Ka’bah itu bukanlah miliknya orang Makkah, tetapi pemiliknya adalah Allah Swt sendiri.
• Lalu Allah Swt mengutus burung yang berbondong-bondong untuk menghancurkan tentara Abrahah. Dengan melempari tentara Abrahah,
yang dikawal oleh gajah dengan tanah yang panas. Menjadikan pasukan Abrahah mati kutu, hancur lebur, dagingnya beterbangan seperti daun-daunan yang berserakan dihembus angin.
Peristiwa ini diabadikan Allah Swt dalam surah Al-Fiil ayat 1 s/d 5. Sebelumnya, Kaisar Romawi Heracklius juga berkeinginan untuk menduduki Ka’bah dan jazirah Arab lainnya, untuk melebarkan tanah jajahannya di kala itu. Namun, niat busuk Kaisar Romawi tidak kesampaian, karena Ka’bah itu adalah Baitullah, Rumah Allah Swt yang selalu mendapatkan penjagaan ketat oleh para Malaikat.
Kelahiran Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthallib ditunggu-tunggu.
Sebagaimana telah diketahui oleh umat Islam, Nabi Muhammad SAW lahir pada
tanggal 12 Rabiul Awwal, bertepatan dengan tahun Gajah, bertepatan dengan 21 April 571 M. Lahir dari rahim seorang Ibu yang bernama Siti Aminah dan seorang Ayah, Abdullah Bin Abdul Muthallib yang tidak sempat melihat puteranya menjadi Nabi dan Rasul, beliau telah wafat sewaktu Muhammad masih dalam kandungan. Sebagai anak yatim, Muhammadi diasuh oleh Ibunya. Tatkala Muhammad kecil berusia 6 tahun, wafat pulalah Ibunda tercintanya Siti Aminah.
Sepulang menziarahi kuburan suaminya Abdullah di dusun Abwa’. Sepeninggal Ibundanya, Muhammad lalu diasuh olehnya Kakeknya Abdul Muthallib. Kakeknya yang sudah tua itu pun wafat, tatkala usia Muhammad beranjak 9 tahun. Setelah kakeknya tiada, lalu Muhammad diasuh dan tinggal bersama pamannya Abu Thalib, yaitu saudara kandung ayahnya.
Potret Muhammad Sebelum Menjadi Nabi dan Rasulullah.
Muhammad Bin Abdullah adalah seorang anak yatim piatu yang berhati mulia. Selama lebih kurang 12 tahun berada dalam pengasuhan Pamannya Abu Thalib, beliau tidak pernah memberatkan beban Pamannya.
Tidak pernah memberikan kesulitan kepada pamannya, malah beliau selalu proaktif dalam membantu pamannya dalam kehidupan sehari-hari. Tatkala beliau berusia remaja, Muhammad Bin Abdullah telah terlihat, beliau akan menjadi pemimpin hebat dunia akhirat. Akhlak, budi pekerti luhur yang dimilikinya, membuatnya terkenal dan diakui seorang yang jujur. Sehingga Muhammad Bin Abdullah sejak kecil populer dengan kejujurannya diberikan gelar ” Al -aamin ” berarti : ” Yang Terpercaya “.
Suatu ketika terjadi perselisihan dan pertengkaran di antara pemuka Quraisy, tentang siapa yang paling berhak, dalam memasangkan kain pelapis kiswah Ka’bah. Maka Muhammad Bin Abdullah, tampil sebagai mediator, menengahi kisruh antara kelompok Quraisy yang saling menyatakan paling berhak. Lalu Muhammad Bin Abdullah, menghamparkan kain samirinya, untuk dipegang masing-masing sudut oleh masing-masing pihak yang bersengketa. Akhirnya, dengan kebijakan yang dilakukan Muhammad tatkala usia muda belia tersebut, bisa diterima oleh oleh pihak-pihak yang berselisih.
Tatkala Muhammad Bin Abdullah ikut berdagang bersama pamannya Abu Thalib, terlihat banyak keistimewaan yang menghampinya. Dagangannya selalu laris manis, karena keramah tamahannya
kepada pelanggan dan ukuran yang dilakukannya selalu tepat dan tidak pernah merugikan pelanggan. Setiap perjalanannya selalu mendapatkan perlindungan dari Allah Swt.
Salah satu perlindungan dari Allah Swt selalu diiringi awan, terjauh dari panas teriknya matahari. Begitulah sekilas pintas karakter dan kepribadian Muhammad Bin Abdullah sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasulullah.
Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW
Setelah Muhammad Bin Abdullah, diangkat Allah Swt menjadi Nabi dan Rasul, keberadaannya di tengah masyarakat semakin eksis, meskipun awal- awal menjadi Rasulullah Muhammad SAW, beliau mendapatkan tantangan keras dari para Tokoh dan Pemuka Quraisy.
Rasulullah Muhammad SAW benar-benar telah disiapkan oleh Allah Swt menjadi pemimpin agung, karena dari sedini mungkin telah disiapkan oleh Allah Swt menjadi pribadi yang memiliki karakter hebat dan telah teruji sejak mulai masa kanak-kanak dan remajanya.
Adapun sifat dasar yang menjadikan Rasulullah Muhammad SAW menjadi pribadi hebat, memiliki karakter yang luar biasa itu, adalah beliau memiliki sifat :
1. Amanah, yaitu kepercayaan, dalam hal ini beliau terpercaya tatkala diberikan amanah, bertanggung jawab penuh atas amanah yang diberikannya. Apakah amanah Allah Swt itu berupa perintah Allah Swt atau segala larangan Allah Swt. Termasuk amanah, titipan yang diberikan oleh manusia, harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Dari sifat amanah inilah nantinya sebagai cikal bakal
tegaknya keadilan. Apabila seseorang tidak amanah, tidak punya kredibilitas yang teruji. Maka dia tidak akan bisa menegakkan keadilan terhadap dirinya dan masyarakat luas.
2. Shiddiq, beliau seorang yang jujur, honesty, tidak mau berdusta, berbohong dan beliau mengatakan apa yang sebenarnya, tanpa ditambah dan dikurangi. Beliau bersifat benar dan jujur adalah fondasi kuat, untuk mendapatkan pengakuan dari lapisan masyarakat. Apabila seseorang tidak memiliki sifat benar dan jujur, tentu sulit sekalilah dipercayai oleh masyarakat banyak. Sekali lancung keujian, seumur hidup orang tidak akan percaya.
Sifat jujur dan benar inilah, yang membuat Rasulullah Muhammad SAW dapat dipercaya dan sukses dalam membina umat Islam.
3. Fathanah, beliau seorang yang cerdas, memiliki kecerdasan yang luar biasa. Rasulullah Muhammad SAW memiliki multi kecerdasan.
Cerdas intelektualnya, hasil olah pemikirannya bisa dicerna oleh semua kalangan, dapat mudah dimengerti oleh para sahabat, tanpa bertele-tele. Beliau mempergunakan bahasa yang sederhana dalam mengungkapkan sesuatu, membuat para sahabat dan umat di waktu itu, cepat mengerti dan memahami apa yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Cerdas spritualnya yang membuat umat tenang, tentram, merasa aman dan penuh semangat bersama Rasulullah Muhammad SAW. Kita tidak pernah
menemukan agak sekali saja, berita beliau dibenci, dimarahi oleh sahabat. Kecuali yang membenci Rasulullah Muhammad SAW adalah mereka dari kalangan kafirun wal musyrikun.
Juga cerdas emosionalnya, sehingga tidak pernah kita mendengar dan menemukan sebuah riwayat yang menyatakan Muhammad SAW marah-marah kepada anak isterinya, maupun kepada umat. Yang kita temukan dan rasakan Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang penyantun, penyabar dan penuh kasih sayang kepada umatnya.
Bahkan menjelang wafatnya, yang teringat oleh Nabi Muhammad SAW adalah ummatiy, ummatiy, dan ummatiy. Sampai tiga kali diucapkannya, ” bagaimana dengan umatku “. Yang teringat olehnya bukan anak isterinya, tetapi umat Islam
bagaimana sepeninggalku. Begitulah sayang dan cintanya Rasulullah Muhammad SAW kepada kita umat Islam.
4. Tabligh, Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang ahli dalam berkomunikasi, menyampaikan informasi, kabar, berita, perintah, larangan dan pemberitahuan sampai sedetil-detilnya.
Dengan ungkapan yang sederhana, melalui kata-kata yang bijak, lemah lembut dan menyejukkan. Setiap yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan mudah dapat dimengerti, dipahami, dihayati oleh para sahabat dan umat sampai akhir zaman.
Hal ini, terbukti dengan ucapan beliau yang menjadi ribuan hadis Rasulullah Muhammad SAW sampai kepada kita umat Islam saat ini dan Insya Allah sampai akhir zaman nanti. Perkataan, ungkapan,
harapan, cita-cita, obsesi dan ketetapan beliau yang telah menjadi sumber kedua hukum Islam, akan tetap abadi di hati umat Islam sepanjang masa.
Semoga momentum memperingati hari maulidnya Rasulullah Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul Awwal 1447 H. Menambah keyakinan, semangat dan power umat Islam untuk kembali mencontohteladani kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW yang telah teruji dan terukur, sukses dalam segala bidang kehidupan. Memang sangat pantas Rasulullah Muhammad SAW kita jadikan teladan dalam semua lini kehidupan. Wallaahu a’lam bishshawaab.
*Penulis : Jurnalis, Aktivis Dakwah Pendidikan Sosial dan terakhir Kakankemenag Dharmasraya.