Oleh Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali SH MH
Tidak dapat dipungkiri bahwa setelah memasuki masa pensiun atau tidak lagi bekerja, banyak lansia yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah, seperti menonton televisi. Kondisi tersebut membuat mereka jarang keluar rumah, kurang berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Faktor penyebabnya pun bermacam-macam. Ada lansia yang memang lebih merasa nyaman dan senang menghabiskan waktu di rumah bersama anak dan cucunya.
Hal tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah dalam kehidupan sosial mereka, karena kebersamaan dengan keluarga juga dapat memberikan rasa nyaman, bahagia, dan ketenangan bagi lansia.
Di sisi lain, ada pula lansia yang sejak masih bekerja memang jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kesibukan pekerjaan membuat mereka lebih banyak berfokus pada pekerjaan sehingga memiliki sedikit kesempatan untuk bersosialisasi.
Setelah pensiun, kebiasaan tersebut dapat terus terbawa sehingga mereka tidak terbiasa mengikuti kegiatan di lingkungan maupun berkomunikasi dengan teman-temannya.
Berbeda dengan lansia yang aktif dalam kegiatan organisasi.
Keterlibatan dalam organisasi memberikan kesempatan bagi lansia untuk bertemu, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan teman-teman serta lingkungan sosialnya. Mereka dapat mengikuti berbagai kegiatan, bertukar cerita, berdiskusi, dan saling memberikan dukungan.
Dengan demikian, kegiatan organisasi tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu setelah pensiun, tetapi juga membantu lansia mempertahankan hubungan sosial, merasa tetap dibutuhkan, serta memiliki aktivitas yang bermakna.
Bagi lansia yang masih aktif, hendaknya mereka juga mengajak teman-temannya untuk bersama-sama mengikuti berbagai kegiatan, seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, saling menguatkan, dan meningkatkan semangat dalam beribadah.
Jangan hanya menikmati kegiatan sendiri, tetapi juga mengajak kawan yang mungkin sudah jarang keluar rumah agar kembali memiliki aktivitas yang positif dan bermanfaat.
Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti dari aktivitas, tetapi justru dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lansia dapat mengisi hari-harinya dengan salat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, mengikuti pengajian, menghadiri kegiatan keagamaan, serta memperbanyak silaturahmi.
Dengan aktivitas tersebut, lansia tidak hanya menjaga hubungan sosial dengan sesama, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”
(QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa selama hayat masih dikandung badan, kesempatan untuk beribadah dan berbuat kebaikan tetap terbuka. Usia lanjut bukan alasan untuk berhenti beraktivitas dalam kebaikan.
Justru masa ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal, meningkatkan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta berbagi pengalaman dan kebaikan kepada sesama.
Sementara itu, apabila ada kawan lansia yang sudah tidak aktif atau jarang terlihat mengikuti kegiatan, sebaiknya jangan langsung beranggapan bahwa mereka tidak mau bersosialisasi. Kita dapat mengunjungi mereka dan melakukan silaturahmi untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Bisa jadi ada faktor lain yang menyebabkan mereka tidak aktif, seperti sedang sakit, memiliki masalah pribadi, menghadapi persoalan dalam keluarga, atau mungkin sedang mengalami masalah dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Dengan datang dan berbicara secara baik-baik, kita dapat memberikan perhatian tanpa menghakimi dan menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki kawan yang peduli.
Pada akhirnya, semangat untuk bangkit dan tetap aktif pada masa lansia perlu dibangun bersama
Lansia yang aktif dapat menjadi penggerak bagi kawan-kawannya, sementara lansia yang sedang mengalami kesulitan perlu dirangkul dan diberikan dukungan.
Mari kita saling mengajak dalam kebaikan, menghadiri pengajian, mengikuti kegiatan keagamaan, memperbanyak ibadah, dan menjaga silaturahmi.
Dengan demikian, masa tua tidak hanya diisi dengan berdiam diri di rumah, tetapi dapat menjadi masa untuk meningkatkan ibadah, mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat serta kebermaknaan.