PADANG PANJANG, — Warga Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur yang juga terdampak banjir bandang lahar dingin pada 11 Mei lalu, terus dibenahi dengan melakukan gotong royong di sejumlah lokasi terdampak, terutama di aliran sungai yang mengalir di kawasan itu.
Goro Tersebur dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota, Dr. Winarno, M.E dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol, I Putu Venda, S.STP, M.Si, Plt. Camat Padang Panjang Timur, Gusrial, S.Sos, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan lainnya. di Solok Batuang, sekitaran Musala Nur Asasi, RT 5 dan 6. Termasuk di Sungai Batang Jirek.
Goro dimulai dari membersihkan sisa-sisa material kayu dan batu yang masih menumpuk di area sungai. Masyarakat secara estafet mengeluarkan kayu-kayu tersebut agar aliran air di Batang Jirek kembali normal.
“Kegiatan goro ini, kita bersama-sama dengan TNI, Polri, masyarakat dan lembaga kelurahan,” sebut Winarno didampingi Tim Kominfo Shintia
Untuk di kawasan SMA N 1 Sumbar yang ada di Sigando, Winarno mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk dapat segera dibangun jembatan. “Sehingga bisa dilalui anak sekolah,” ujarnya.
Lurah Sigando, Erosen Adera, S.T mengatakan, dilaksanakannya goro ini untuk menormalisasi sungai sebagai antisipasi cuaca ekstrem yang masih terjadi.
“Masih banyak material yang terbawa banjir bandang berada di badan sungai. Kita bahu-membahu membersihkan kayu, batu, sampah, pasir dan lumpur yang menghambat arus air di sungai, dan mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, masyarakat dan lembaga kelurahan yang ikut membantu dalam pembersihan ini. Usai goro, semua pihak yang terlibat melaksanakan makan bersama di sekitar area terdampak.(M.akmal)