Program Silek Masuk Sekolah Dibahas Dalam Silaturrahmi Pandeka Minangkabau ke V di Nagari Kumango Kecamatan Sungai Tarab

Program Silek Masuk Sekolah Dibahas Dalam Silaturrahmi Pandeka Minangkabau ke V di Nagari Kumango Kecamatan Sungai Tarab

Tanahdatar,—-Silaturrahmi Pandeka Minangkabau (SPM) ke V sukses digelar di Nagari Kumango Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar

kegiatan itu diikuti dari Berbagai Perguruan Silat Dari berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan resmi dibuka oleh Wali Nagari Kumango, IIs Zamora.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Kumango menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh pandeka dan tua silat dari berbagai perguruan di Sumatera Barat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, dan berharap acara ini dapat berjalan lancar serta mempererat tali persaudaraan antar-pesilat.

Kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antar-pesilat sekaligus melestarikan budaya Minangkabau melalui seni bela diri. Para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, termasuk latihan bersama, peragaan silat dari tuo to Silat disamping sesi diskusi.

Sementara untuk Sesi diskusi dimoderatori oleh Gilang Ramadhan dan menghadirkan narasumber yang membawakan tema penting bagi perkembangan silat Minangkabau. Hotra Afrizoni Adek Dt. Rajo Nan Gadang memaparkan “Silek Tradisi Masuk Sekolah” dan Eduwardo Guci membawakan tema “Strategi Pemasaran Silek Tradisi

Dalam paparannya Hotra Afrizoni Adek Dt. Rajo Nan Gadang mengakui silek masuk sekolah murni ide Wakil Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua Umum IPSI Sumbar, membahas pentingnya memasukkan silat tradisional ke dalam kurikulum pendidikan sebagai upaya pelestarian budaya.

Program Silek Masuk Sekolah ini khusus ditujukan untuk sekolah SMA dan SMK se-Sumatera Barat, karena kedua jenjang sekolah tersebut berada di bawah kewenangan Provinsi Sumatera Barat.

Supaya program ini bisa berjalan, perguruan silat yang ada di lingkungan sekolah hanya perlu berkoordinasi langsung dengan kepala sekolah setempat, sehingga penyelenggaraan latihan dapat disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan sekolah.

Program ini memberikan banyak manfaat bagi siswa, antara lain meningkatkan kebugaran fisik, disiplin, dan kepercayaan diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Minangkabau.

Dengan mempelajari silat tradisional, siswa juga diajak untuk memahami etika, solidaritas, dan semangat sportivitas, yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun pendidikan.

Sementara itu, Eduwardo Guci membawakan tema “Strategi Pemasaran Silek Tradisi”.

Ia menekankan bahwa sudah saatnya perguruan silat memperkuat promosi dan meningkatkan legalitas perguruannya, misalnya dengan mengaktekan perguruan ke notaris. Eduwardo juga menegaskan bahwa legalitas perguruan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, memperkuat kredibilitas, dan mendukung pengembangan silat Minangkabau agar lebih dikenal luas, termasuk dalam konteks ekonomi kreatif. Lebih jauh,

ia menyampaikan bahwa setiap perguruan silat harus berinovasi dan profesional dalam mengelola organisasinya, agar pengembangan silat berjalan berkelanjutan dan dipercaya masyarakat.

Sementara itu, Ketua Perguruan Silat Taduang Bangkeh Batipuh, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali SH MH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Silaturrahmi Pandeka Minangkabau ke V.

Ia menilai kegiatan ini penting sebagai wadah mempererat tali persaudaraan antar-perguruan silat sekaligus sebagai sarana untuk melestarikan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda. Mustafa Akmal menambahkan bahwa dengan adanya program Silek Masuk Sekolah, pihaknya sangat mendukung, termasuk dalam hal legalitas perguruan.

Namun, ia menekankan bahwa ke depannya perlu ada kerjasama yang jelas dengan kepala sekolah di lingkungan perguruan silat, agar program ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Ketua Panitia, Ronny  menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang unjuk kemampuan, tetapi juga momen untuk menumbuhkan solidaritas antar-perguruan silat. “Silaturrahmi Pandeka Minangkabau menjadi wadah untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat rasa persaudaraan antar-pesilat dari seluruh Sumatera Barat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya lokal, menegaskan bahwa silat Minangkabau tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya Minangkabau.

Para peserta berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin sehingga generasi muda tetap terdorong untuk mempelajari dan melestarikan silat tradisional. (Mdtk)