Surabaya — Ketua Juang Kencana (Juken) Tanah Datar, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H., menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua Juken Pusat, Dr. Sudibyo Ali Maeso, atas bantuan yang diberikan kepada anggota Juken yang terdampak bencana alam di Kabupaten Tanah Datar pada November 2024 lalu.
Pemberian penghargaan tersebut dilakukan seusai Mustafa Akmal meluncurkan autobiografinya berjudul “Memoar Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H.: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat”, dalam rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) IX Juken sekaligus HUT ke-26 Juken di Hotel Palm Park, Surabaya, Jawa Timur.
Pemberian ucapan terima kasih tersebut turut disaksikan Dewan Pengawas Juken, Drs. Hardiyanto Wiryo, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, M.M., serta perwakilan Juken dari 24 provinsi di Indonesia.
Ketua Juken Tanah Datar, Mustafa Akmal, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada dua pensiunan BKKBN, Ali Anwar dan Elly Yarni, yang rumahnya turut terdampak musibah bencana alam di kampung mereka, Malalo, Kabupaten Tanah Datar masing masing sebesar Rp 10 juta
“Karena itulah, melalui momen yang berbahagia ini, kami memberikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Ketua Juken Pusat atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada saudara kita yang terdampak musibah,” ujar Mustafa Akmal.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Juken terhadap anggotanya yang telah memasuki masa pensiun dan mengalami musibah. Bantuan itu juga menjadi wujud nyata dalam merajut kasih sayang serta mempererat tali kekeluargaan di antara anggota Juken.
Ketua Juken Pusat, Dr. Sudibyo Ali Maeso, menyampaikan rasa haru atas ucapan terima kasih dan penghargaan yang diberikan oleh Ketua Juken Tanah Datar.
Sudibyo mengatakan, bantuan tersebut sejak awal diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada anggota Juken yang sudah pensiun dan mengalami musibah akibat bencana alam.
“Saya merasa terharu dan sangat menghargai ucapan terima kasih serta penghargaan yang diberikan ini. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang kita kepada anggota Juang Kencana yang sudah pensiun dan mengalami musibah akibat bencana alam,” ujar Sudibyo.
Ia menegaskan, semangat saling membantu dan memperhatikan sesama anggota harus terus dipelihara. Kebersamaan dan kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi keluarga besar Juken, terutama ketika ada anggota yang menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan.
Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan Juken dari berbagai daerah di Indonesia serta meneguhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama anggota.(Mdtk)