Tanahdatar. – Ratusan Warga dan santri Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Tanah Datar adakan Istisqa (shalat minta hujan) di halaman Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Tanjung Barulak, Selasa pagi (22/7).
Shalat dipimpin langsung oleh pimpinan MTI Tanjung Barulak, Ustadz Afrizal S. Pakiah Batuah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Sudah lebih dari satu bulan wilayah Tanah Datar mengalami kekeringan, mengakibatkan sumur warga mengering dan lahan pertanian mulai rusak.
Dalam khutbahnya, Ustadz Afrizal mengingatkan jamaah bahwa musibah kekeringan merupakan ujian dari Allah yang patut disikapi dengan istighfar, taubat, dan meningkatkan ketakwaan.
“Saat bumi kering, langit menahan hujan, ini isyarat bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Mari kita banyak beristighfar dan saling mempererat silaturahmi,”
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berharap pada ikhtiar lahiriah, tapi juga bersungguh-sungguh dalam doa dan muhasabah diri.
Ketua LPM Nagari Tanjung Barulak, Nofriardi yang turut hadir dalam pelaksanaan shalat istisqa tersebut mengapresiasi inisiatif MTI Tanjung Barulak dalam menggerakkan warga untuk berdoa bersama menghadapi musim kemarau.
> “Kita berharap, dengan kebersamaan ini, Allah segera turunkan rahmat-Nya berupa hujan. Semoga hasil pertanian warga tidak gagal panen, dan kebutuhan air kembali normal,”
Nofriardi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan memperbanyak doa dalam menghadapi ujian ini.
Warga juga berharap agar pemerintah nagari bersama seluruh unsur terkait bisa mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang berkepanjangan.
Selain upaya spiritual seperti shalat istisqa, mereka menginginkan adanya penyediaan sumber air alternatif, bantuan untuk petani, serta koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD dan dinas pertanian.
“Kami butuh dukungan pemerintah nagari, minimal untuk penyediaan air bersih bagi kebutuhan harian warga dan lahan pertanian,” ujar salah seorang tokoh pemuda.
Sementara itu, kepada tokoh masyarakat dan alim ulama, warga berharap mereka terus menjadi motor penggerak dalam membina umat, terutama dalam memperkuat iman dan kesabaran menghadapi ujian.
Kehadiran dan arahan tokoh-tokoh ini dianggap penting untuk menjaga ketenangan dan kekompakan di tengah situasi yang cukup sulit.
“Kami berharap para niniak mamak dan buya terus memotivasi masyarakat untuk sabar dan istiqamah dalam berdoa, serta menjaga silaturahmi antar sesama,”
Shalat Istisqa ini diikuti oleh para santri MTI, majelis guru, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Usai shalat, jamaah juga menggelar zikir dan doa bersama.(mdtk)