Wakil Bupati Pasbar Letakan Batu Pertama Pembangunan  Masjid Nurul Hikmah di Bateh Uba Nagari Langgam Sepakat Kinali

Wakil Bupati Pasbar Letakan Batu Pertama Pembangunan  Masjid Nurul Hikmah di Bateh Uba Nagari Langgam Sepakat Kinali

Pasbar, –Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Risnawanto letakan batu pertama Pembangunan  Masjid Nurul Hikmah di Bateh Uba Nagari Langgam Sepakat, Kecamatan Kinali

Masjid Nurul Hikmah Bateh Uba yang berada di pinggir jalan perlu diperbesar menjadi ukuran 25 x 30 meter dan Pembangunan masjid ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar.

Peletakan batu pertama  tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Daliyus K, anggota DPRD Ali Nasir dan Eko Supriyono, Camat Kinali Saparuddin, Wali Nagari Langgam Sepakat Mawardi, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Risnawanto menyampaikan bahwa sebagai umat muslim, tentu memerlukan tempat ibadah yang nyaman dan indah. Dengan perkembangan yang ada di Kecamatan Kinali dan Kabupaten Pasaman Barat sejak pemekaran 20 tahun lalu, jumlah penduduk juga terus bertambah.

“Masjid yang kecil sudah tidak memadai lagi untuk menampung jemaah. Oleh karena itu, kita perlu masjid yang lebih besar untuk beribadah dan  mengingatkan masyarakat untuk tidak khawatir mengenai biaya pembangunan masjid yang mencapai miliaran rupiah.

Dengan semangat kebersamaan, niat baik ini dapat diwujudkan melalui swadaya masyarakat sekitar dan umat Islam secara luas.

Selain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, keberadaan masjid ini juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas anak-anak TPA dan MDA.

Wakil Bupati Risnawanto juga memberikan bantuan berupa 50 sak semen. Ia berharap ke depan masih bisa berkoordinasi dengan panitia sehingga bantuan lainnya dapat disalurkan.

Ketua Pelaksana pembangunan masjid, Zainal, menjelaskan bahwa setelah mendapatkan kesepakatan dengan masyarakat Bateh Uba Langgam Sepakat Kinali, masjid dapat diperbesar menjadi 25 x 30 meter dengan area parkir yang luas.

“Jumlah penduduk di Bateh Uba Langgam Sepakat mencapai 122 KK, dengan sekitar 70 pemuda dan 100 niniak mamak. Masjid yang lama sudah tidak mampu menampung jumlah masyarakat kami,” setelah kesepakatan tersebut, swadaya masyarakat telah terkumpul dana sebesar Rp 140 juta. Hingga selesai   membutuhkan anggaran mencapai 3,9 miliar rupiah,” (lukman hasibuan)