Tanah Datar,– Prestasi membanggakan ditorehkan oleh utusan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kecamatan Sungai Tarab yang berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Alua Pasambahan tingkat Kabupaten Tanah Datar.
Atas prestasi itu Kecamatan Sungai Tarab berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 2.000.000. Juara kedua diraih oleh Kecamatan Tanjung Baru memperoleh uang pembinaan Rp1.600.000, dan juara ketiga diraih oleh Kecamatan Lima Kaum dengan uang pembinaan sebesar Rp1.200.000.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh Kecamatan Salimpaung Harapan I dan Uang Pembinaan Rp800.000 Kecamatan Batipuh Harapan II uang pembinaan Rp600.000), dan Kecamatan Pariangan Harapan III uang pembinaan Rp400.000
Dewan juri yang dipimpin oleh Datuk Kayo didampingi anggota Dewan Juri Datuk Marapatiah Datuk Majo Datuk memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta atas penampilan dan semangat mereka dalam menjaga kelestarian budaya Minangkabau melalui lomba ini. Datuk Kayo juga berpesan agar peserta yang belum menjadi juara terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kesempatan berikutnya.
Datuk Kayo menambahkan bahwa lomba ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kebersamaan dan rasa cinta terhadap adat Minangkabau. Ia berharap ke depan, peserta tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan nenek moyang.
Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo menyampaikan selamat kepada para pemenang dan mengakui bahwa belum seluruh kecamatan di Tanah Datar mengirimkan utusannya dalam lomba kali ini.
Ia juga menginformasikan bahwa pada tahun depan, lomba Alua Pasambahan direncanakan akan dilaksanakan antar nagari, dengan harapan partisipasi akan semakin luas dan lomba dapat berlangsung lebih meriah serta representatif.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga bentuk pewarisan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda. Semoga semangat ini terus hidup di tengah masyarakat kita,”
Dengan terselenggaranya lomba ini, diharapkan semangat melestarikan adat dan tradisi tetap menyala dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau, khususnya di Kabupaten Tanah Datar. (mdtk)