UIS Malaysia dan UIN Bukittinggi Perkuat Jejaring Akademik Di Nagari Tuo Pariangan Dan Pagaruyung

UIS Malaysia dan UIN Bukittinggi Perkuat Jejaring Akademik Di Nagari Tuo Pariangan Dan Pagaruyung

Tanahdatar – Sebanyak 10 orang mahasiswa dari Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia, mengikuti kegiatan International Minangkabau Talk Batch III dengan tema “Alam Takambang Jadi Guru” di Tanah Datar, Rabu (3/9)

Acara berlangsung di dua lokasi ikonik Minangkabau, yakni Nagari Pariangan yang dinobatkan sebagai salah satu desa terindah di dunia, serta Istano Basa Pagaruyung yang menjadi simbol kejayaan adat dan budaya Minangkabau.

Kegiatan itu juga dihadiri dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, yaitu Dr. Yelfi Dewi, MA (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab), Dr. Widya Syafitri, M.Pd (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Drs. Genta Sakti, MA (Dosen Bahasa Inggris), dan Ilham Mustafa, MA (Sekretaris Prodi Ilmu Hadis).

Dalam pemaparannya, Ali Rahman, M.H selaku pemateri menjelaskan bahwa filosofi Alam Takambang Jadi Guru adalah warisan Minangkabau yang sarat dengan nilai pendidikan dan sosial. Menurutnya, alam bukan sekadar tempat hidup, melainkan ruang belajar yang tak pernah habis untuk digali. Sejak dahulu masyarakat Minangkabau menjadikan alam sebagai sumber inspirasi dalam menata kehidupan. Nilai kebersamaan, gotong royong, hingga keteguhan spiritual lahir dari cara orang Minang membaca tanda-tanda alam dan menjadikannya pedoman hidup.

Salah seorang dosen UIN, Ilham Mustafa, MA Datuk Kayo , juga ikut memberikan pencerahan kepada mahasiswa saat mendampingi di Istano Basa Pagaruyung. Ia menjelaskan keberadaan istano sebagai simbol adat Minangkabau

sekaligus memaparkan hubungan kekerabatan historis antara Minangkabau dan Malaysia yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

Menariknya, mahasiswa UIS turut menampilkan pertunjukan seni di pelataran Istano Basa Pagaruyung, yang disambut meriah oleh peserta dan tamu undangan.

Selain mengikuti diskusi akademik, mereka juga berkesempatan menyelami langsung kearifan lokal Minangkabau melalui kunjungan budaya ke Pariangan dan Pagaruyung.

Salah seorang mahasiswa UIS, Aina, mengaku sangat takjub dengan keindahan alam dan kekayaan budaya Minangkabau.

Kekaguman serupa juga disampaikan oleh rekan-rekan Aina. Mereka menilai bahwa kehidupan masyarakat Minangkabau yang masih kental dengan adat istiadat dan nilai kebersamaan memberikan pengalaman berharga yang jarang mereka temui di tempat lain.

Suasana nagari yang asri, dipadu dengan tradisi yang terjaga, menjadi pelajaran nyata bagaimana budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

Para mahasiswa UIS merasa seakan diajak kembali ke masa lalu yang penuh dengan kearifan. Mereka menyebut Minangkabau sebagai “ruang hidup” yang menawarkan keteduhan spiritual, keramahan sosial, serta keindahan alam yang mempesona.

Pengalaman ini diyakini akan menjadi kenangan tak terlupakan sekaligus memperkaya wawasan mereka dalam melihat harmoni antara budaya, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. (Mdtk)