PADANG PANJANG, – Sapi milik Aipda. Eko Setiawan Kota Padang Panjang dibeli Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hewan kurban Iduladha 1444 H di Provinsi Sumatera Barat.
Transaksi jual beli langsung dilakukan pemilik sapi bersama perwakilan Sekretariat Presiden, Puput Hariadi dan Petugas Administrasi, Tomi Agustinofal. Disaksikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Ade Nafrita Anas, M.P, perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar dan lainnya, akad dilaksanakan di ruang kerja kepala Dispangtan, Senin (26/6).
Sebelumnya rombongan didampingi Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano beserta Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si juga ikut melihat sapi jantan jenis Limousin Cross dengan ciri warna coklat dengan corak hitam tersebut di kandang peternak Aipda Eko di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT).
Wako Fadly mengucapkan terima kasih kepada tim dari Sekretariat Presiden yang sudah memilih sapi asal peternak Kota Padang Panjang yang diberi nama “Arjuna” untuk menjadi hewan kurban Presiden Jokowi di Sumbar.
“Kita berharap dengan terpilihnya sapi milik Aipda. Eko ini bisa menjadi motivasi semua peternak yang ada di Kota Padang Panjang untuk bisa melakukan hal yang sama. Kepada Pak Eko kami juga mengucapkan terima kasih sudah menjaga dengan baik si Arjuna ini sehingga bisa menjadi hewan kurban pilihan Presiden Jokowi untuk Sumbar,” ujarnya.
Tim dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas melakukan penimbangan sapi tersebut. Berdasarkan pengukuran lingkar dada dan diakadkan dengan berat 1.040 kg.
“Kami dari perwakilan Sekretariat Presiden sudah melihat kondisi fisik sapinya yang bagus dan sehat, serta sesuai syariat agama juga memenuhi persyaratan. Kami juga menjalankan pesan yang disampaikan Presiden Jokowi untuk mencari peternak dengan skala kecil,”
Sapi kurban Presiden Jokowi ini akan diserahkan ke Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, S.P pada Kamis (29/6) di Masjid Raya Sumbar melalui DPKH Sumbar, dan kembali diserahkan kepada pelaksana kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. (M.akmal)