Rasulullah Muhammad SAW dan Rahasia Kesuksesannya “.

Rasulullah Muhammad SAW dan Rahasia Kesuksesannya “.

Oleh : H. Abdel Haq, S.Ag, MA. *

Sudah merupakan trend, kecenderungan bagi umat Islam, setiap berada di bulan Rabiul Awwal. Dipastikan perhatian, konsentrasi umat Islam tertuju kepada Rasulullah Muhammad SAW. Karena pada bulan inilah Nabi dan Rasul terakhir ini dilahirkan, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal.

Kehadiran Rasulullah Muhammad SAW sangat dirindukan oleh umat manusia. Karena tatanan masyarakat dunia di kala itu, telah centang perenang. Tidak ada lagi norma hukum yang dijadikan pedoman, setelah wafat dan diangkatnya Nabi Isa AS oleh Allah Swt ke langit.

Mulai sejak itu pula masyarakat kehilangan arah, kehilangan pedoman dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat maupun secara kebangsaan. Meskipun ada di antara sekelompok masyarakat, yang berpegang teguh dengan Al-Kitab,

 

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Itu pun sangat terbatas sekali. Selama lebih kurang enam abad umat ditinggalkan oleh Nabi Isa AS, selama itu pulalah, tatanan kehidupan berjalan tanpa, arah dan tujuan yang pasti.

Pada masa itu, diberlakukan hukum rimba, siapa yang kuat dan banyak pengikutnya, maka berkuasalah kelompoknya, tanpa pedoman dan aturan yang jelas. Sehingga di sana sini terjadi perselisihan, pertumpahan darah dan pembunuhan antar manusia.

Masa inilah yang disebut dengan masa jahiliyah, masa keterbelakangan peradaban, miskin moral dan rendah etika.

Pada masa jahiliyah itulah, Allah Swt mengutus seorang hamba-Nya Muhammad Bin Abdullah menjadi seorang Rasulullah, utusan Allah. Sekaligus menjadi pemimpin, untuk membenahi aqidah umat, memperbaiki akhlak, budi pekerti, etika dan moral yang sangat semberawut.

Kondisi masyarakat yang sudah kacau ini, berlaku ungkapan ” Homo homini lupus “, yang artinya : ” manusia serigala bagi manusia lainnya “. Pertumpahan darah, pembunuhan terjadi di mana-mana. Bahkan anak sendiri pun mereka bunuh, karena mereka menganggap anak ini akan merusak dan menambah beban saja.

Sosok Rasulullah Muhammad SAW

Muhammad SAW putera Abdullah diangkat oleh Allah menjadi Nabi dan Rasul-Nya, tatkala beliau berumur 40 tahun. Kerasulan Nabi Muhammad SAW ditandai, dengan diturunkan-Nya kitab suci Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira’ untuk pertama sekali. Kemudian Al-Quran diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril AS selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Selama lebih kurang 22 tahun lebih Rasulullah Muhammad SAW bersama para sahabat dan umat dalam menyebarkan, mendakwahkan ajaran tauhid dan tatanan kehidupan yang harmonis di bawah naungan dan tuntunan Al-Quran.

Alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat itu Rasulullah Muhammad sukses membina, membimbing dan membangun umat Islam menjadi sebuah masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera lahir batin.

Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW.

Berbicara tentang kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW, berarti kita membicarakan sosok insan kamil, pribadi paripurna, yang diakui oleh kawan, maupun lawan dan berbagai kalangan sampai akhir zaman.
Bahkan, kelahiran Rasulullah Muhammad SAW telah termaktub dalam Taurat, Zabur dan Injil.

Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah Swt dalam surah AS-SAFF ayat 6 :
Wa idz qaala ‘Iisabnu Maryama Ya Baniiy Israa-iila inniy rasuulullaahi ilaikum mushaddiqallimaa baina yadayya minat tauraati wa mubasysyiram birasuuliy ya’tiy mim ba’dismuhuu Ahmadu, falammaa jaa-ahum bilbayyinaati qaaluu haadzaa sihrum mubiinun “.

 

Artinya : ” Dan ( ingatlah ) ketika Isa putera Maryam berkata, ” Wahai Bani Israil! Sesungguhnya Aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab
( yang turun ) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad ( Muhammad ). Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ” Ini adalah sihir yang nyata “. Q.S 61.6.

Kelahiran dan kehadiran Rasulullah Muhammad SAW ke muka bumi untuk membawa ajaran yang benar dengan bukti-bukti yang nyata, telah diakui oleh Nabi Isa AS. Namun ketika Rasulullah Muhammad SAW hadir bersama Bani Israil, mereka mengingkarinya dan mengatakan ini adalah sihir yang nyata.

Begitulah perangai, karakter bangsa Israil Yahudi yang tidak mau mengakui kebenaran agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Pengingkaran itu dipertahankan oleh bangsa Israil sampai akhir zaman.
Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan terjadinya peperangan antara umat Islam di Palestina dengan bangsa Yahudi yang sampai kini, tidak berhenti adalah bentuk penjelmaan karakter dari sifat bangsa Yahudi itu sendiri.

Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW selama bertugas menjadi Nabi dan Rasul. Benar-benar sangat sukses dalam semua lini kehidupannya.

Belum pernah ditemukan sepanjang sejarah hidup dan kehidupan umat manusia. Ada seorang manusia selain Rasulullah Muhammad SAW yang multi sukses. Apakah dia seorang Nabi atau Rasul, Raja, Penguasa, Pengusaha, Ilmuwan, Politikus atau apa pun profesinya, yang bisa menyamai, menandingi kehebatan dan kesuksesan beliau. Apalagi bisa mengatasi kepiawaian kepemimpinan dan kesuksesan besar yang pernah ditorehkan oleh Rasulullah Muhammad SAW bagaikan tinta emas berkilau.

Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang sosok pribadi yang sukses dalam semua lini kehidupan.

Sewaktu usia kanak-kanak telah nampak tanda-tanda kehebatannya, yang tidak pernah menyusahkan Ibundanya Aminah. Begitu juga tatkala dalam asuhan Kakeknya Abdul Muthallib, Muhammad Bin Abdullah selalu menjadi buah bibir. Karena keelokan budi pekerti, ramah tamah, jujur dan santun dalam bergaul.
Setelah Kakeknya wafat, lalu Muhammad Bin Abdullah dibesarkan oleh Pamannya Abu Thalib, sampai dewasa dan berumah tangga. Bahkan sampai diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Tidak pernah terdengar Muhammad Bin Abdullah, menjadi beban bagi Pamannya.

Malah, kehadiran Muhammad Bin Abdullah di tengah-tengah keluarga Abu Thalib, mendatangkan banyak keistimewaan dan keberkahan.

Tatkala Muhammad Bin Abdullah, ikut berniaga ke Syam mendampingi Pamannya Abu Thalib, sungguh banyak kemudahan demi kemudahan yang didapatkan oleh Pamannya. Di antaranya, setiap perjalanan bersama Muhammad Bin Abdullah pada waktu itu, selalu mendapatkan perlindungan dari sengatan panas teriknya matahari padang pasir tandus. Di samping itu, setiap barang dagangan yang dibawa diserbu oleh masyarakat Syam dan dalam waktu sekejap dan singkat. Semua barang dagangannya habis, diborong dan dibeli tuntas oleh penduduk Syam di waktu itu.

Singkat cerita, sirah Rasulullah Muhammad SAW, perjalanan kehidupannya, memang benar-benar sangat istimewa, spektakuler, penuh dengan nilai-nilai luhur dan pembelajaran yang baik buat umat manusia sampai akhir zaman.

Hal ini dijelaskan Allah Swt dalam surah Al-Ahzab ayat 21 :
Laqad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanatun, liman kaana yarjullaaha wal yaumal aakhira wa dzakarallaaha katsiiraa “.
Artinya : ” Sungguh, telah ada pada( diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ( yaitu ) bagi orang yang mengharap ( rahmat ) Allah dan
( kedatangan ) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah “.( Q.S 33.21 ).

Semakin jelas dan kentaralah bagi umat manusia, khususnya bagi umat Islam keberadaan Rasulullah Muhammad SAW sangat berarti, strategis sekali, menjadi rule model, tuntunan, idola, menjadi pusat kecintaan dan kerinduan sepanjang masa.

Apa rahasia kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW

Kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah henti-hentinya digali, dibicarakan, didiskusikan, dikaji kedalamannya. Bahkan, selalu diteliti, dianalisa, dihayati dan selalu dikembangkan dalam kerja nyata, menjadi amal kebaikan yang tak putus-putusnya bagi umat manusia sepanjang masa.

Tatkala Bunda Aisyah RA ditanya oleh sahabat, tentang rahasia sukses besar Rasulullah Muhammad SAW dalam semua lini kehidupannya, yang selalu menjadi sorotan bagi semua kalangan manusia. Baik sorotan itu datangnya dari umat Islam itu sendiri, maupun yang berasal dari non muslim.

Bunda Aisyah RA menjawab pertanyaan sahabat dengan jawaban yang simpel, lugas dan tidak berbelit-belit. ” Khuluquhul Quran “. Adapun rahasia kesuksesan dan keutamaan Rasulullah Muhammad SAW itu berada pada akhlak, budi pekertinya yang berdasarkan Al-Quran “.

Meskipun, jawaban Bunda Aisyah RA singkat, padat dan sangat tepat. Namun, penuh makna dan arti yang sangat mendalam.

Yang menegaskan bahwa akhlak, budi pekerti, kepribadian Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi tampilan, performanya seharian adalah manifestasi dari ajaran Al-Quran.
Rasulullah Muhammad SAW adalah ” The living Quran ” bagaikan Al-Quran berjalan, gambaran nilai-nilai Al-Quran yang hidup dalam setiap gerak gerik, aktivitas kehidupannya sepanjang hayat.

Kesuksesan dan keutamaan Rasulullah Muhammad SAW itu juga diakui oleh Allah Swt dalam Al-Quran :
” Wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiimin “.
Artinya : ” Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur “.
( Q.S 68.4 ).

Berdasarkan pengembangan firman Allah Swt dan hadis Rasulullah Muhammad SAW, pada dasarnya kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW dalam hidup dan kehidupannya, yang relatif singkat dalam usia 63 tahun itu, pada hakikatnya berpedoman kepada isi kandungan Al-Quran, yang selalu beliau amalkan dalam semua lini kehidupannya.
Justeru itu, selaku umat Islam beriman memang sangat pantas Rasulullah Muhammad SAW dijadikan rule model, patron dalam hidup dan kehidupan yang sarat dengan tantangan dan ujian.
Adapun akhlak, budi pekerti yang menjadikan Rasulullah Muhammad SAW multi sukses. Sukses sebagai Kepala Keluarga, dalam pengertian beliau mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah sepanjang hayatnya.

Beliau, sukses melestarikan keluarga surgawi, yang terkenal dengan ungkapan beliau
” Baitiy Jannatiy “, yang artinya :
” Rumahku Surgaku “.
Rasulullah Muhammad SAW juga sukses dalam memimpin negara yang berpusat di Kota Madinatul Munawwarah, yang dikenal dengan masyarakat madani. Dalam waktu yang relatif singkat mampu menyatukan kekuatan di jazirah Arab. Yang sebelum datangnya agama Islam, semua suku dan kabilah yang ada selalu berperang, untuk memperebutkan hegemoni, kekuasaan di antara bangsa Arab.

Selanjutnya, Rasulullah Muhammad SAW juga sukses dalam memimpin agama Islam. Dalam waktu relatif singkat 22 tahun, 2 bulan 22 hari, beliau mampu merubah tatanan kehidupan bangsa Arab.

Perubahan kehidupan jahiliyah, jauh dari akhlak, budi pekerti luhur kepada tatanan kehidupan yang harmonis.
Perubahan signifikan adalah dari penyembah berhala, Al-lata wal Uzza. Mereka sendiri yang membuat patung, lalu mereka sembah, padahal patung itu tidak berdaya, tidak bisa memberi manfaat dan mudharat.

Rasulullah Muhammad SAW juga berhasil dengan sukses, memperbaiki aqidah, keyakinan bangsa Arab, yang menjadikan patung, berhala menjadi sembahan. Kemudian diarahkannya untuk mengabdi kepada Allah Swt semata. Yang Maha Esa, Maha Pencipta dan Maha Segalanya.
Dengan ucapan kesaksian ” Asyahadu allaa ilaaha illallahu wa Asyahadu anna Muhammadar Rasulullah “.
Artinya : ” Aku bersaksi tidak ada Tuhan, kecuali Allah dan Aku bersaksi bahwa

Muhammad SAW adalah utusan Allah “.

Disamping itu, Rasulullah Muhammad SAW berhasil menerapkan hukum syar’i, baik yang menyangkut tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan manusia sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Setidaknya ada beberapa sikap luhur yang menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sukses dalam hidup dan kehidupannya :

1. Rasulullah Muhammad SAW seorang yang lemah lembut dan ramah tamah kepada siapa pun.

2. Tidak pernah berlaku kasar kepada manusia. Memperlakukan umat dengan baik dan penuh kesantunan.

3. Rasulullah Muhammad SAW seorang yang pemaaf, tidak pendendam dan bersifat jujur.
4. Beliau selalu mendo’akan umat, bahkan menjelang ajalnya tiba, yang teringat olehnya ummatiy, umatku sampai tiga kali diulangnya. Sangat peduli kepada siapa pun, termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan.
5. Beliau suka bermusyawarah untuk memecahkan masalah yang timbul. Juga seorang pemimpin demokratis, suka menerima dan mendengarkan masukan dari para sahabat.
6. Memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan pencapaian yang telah ditetapkan.
7. Selalu berserah diri kepada Allah Swt setelah melakukan proses kerja maksimal.
Demikianlah, serba serbi kepribadian Rasulullah Muhammad SAW yang sangat

populer, hebat, menyentuh hati. Seolah-olah dalam membicarakannya, beliau hadir bersama kita. Cinta dan kecintaannya terhadap umat, melebihi kecintaannya terhadap isteri, anak-anak dan harta. Begitulah yang dialami Ibnu Hibban, salah seorang sahabat. Sehari saja tidak bertemu dengan Rasulullah Muhammad SAW, membuat hatinya gelisah, gundah gelana, mukanya pucat pasi. Apakah di akhirat kelak, masih bisa berjumpa dengannya. Berita ini pun sampai kepada Rasulullah Muhammad SAW lalu turunlah ayat 69 surah Annisa’ :

” Mayyuthi’illaaha war rasuula fa ulaa-ika ma’al ladziina an’amallaahu ‘alaihim minan nabiyyiina wash shiddiqiina wasy syuhadaa-i wash shaalihiin. Wa hasuna ulaa-ika rafiiqaa “.

Artinya : ” Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul ( Muhammad ), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, ( yaitu ) para Nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya “.

Semoga dengan mengenang, mengenal, membaca, menggali sirah Rasulullah, sisi-sisi kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Menjadikan kita termasuk kepada golongan, komunitas pecinta Rasulullah Muhammad SAW sampai akhir hayat.

 

Harapan dan do’a, kiranya kita termasuk hamba Allah Swt yang mendapatkan syafaat, pertolongan, bantuan dari Rasulullah Muhammad SAW di yaumil hisab kelak.
Penulis : Jurnalis, Aktivis Dakwah, Pengamat Pendidikan Sosial.