Perantau Luhak Nan Tuo Satukan Langkah dalam Mubes II IKTD/KKTD Nasional

Perantau Luhak Nan Tuo Satukan Langkah dalam Mubes II IKTD/KKTD Nasional

JAKARTA — Musyawarah Besar (Mubes) II IKTD/KKTD Nasional Luhak Nan Tuo Tahun 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan yang mempertemukan para perantau Luhak Nan Tuo dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum tertinggi organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan kepengurusan ke depan.

Ketua Panitia Mubes II, Zurlen, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan musyawarah besar tersebut.

Meskipun persiapan lebih banyak dilakukan melalui rapat daring menggunakan Zoom dan koordinasi melalui WhatsApp, semangat kebersamaan dan kekompakan panitia menjadi kunci keberhasilan kegiatan

.”Walaupun rapat-rapat persiapan lebih banyak dilakukan melalui Zoom dan WhatsApp, berkat kebersamaan dan kerja sama seluruh panitia,

Alhamdulillah Mubes II ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Zurlen juga melaporkan bahwa Mubes II dihadiri oleh utusan dari 22 daerah. Sebelumnya sebanyak 46 peserta telah menyatakan kesediaan untuk hadir dan mengikuti rangkaian musyawarah yang menjadi forum strategis bagi organisasi perantau Luhak Nan Tuo.

Mubes tersebut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Asisten III Setda Tanah Datar, Drs. Riswandi. Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan tokoh perantau Minangkabau, di antaranya anggota DPR RI M. Shadiq Pasadigoe, Prof. Fasli Jalal, serta Khairunas, Astri Asgani, Prof Dr Hamdi  Muluk,  Pembina IKTD  H Zulfahmi  dan Walikota Padang Fadly Amran yang juga ketua IKTD Sumbar

Selain itu, pengurus dan perwakilan IKTD dari berbagai daerah perantauan juga turut hadir, antara lain dari Pekanbaru, Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, wilayah Jabodetabek,  jawa timur, Semarang dan  Bali

Dalam sambutannya, Riswandi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Mubes II IKTD/KKTD Nasional Luhak Nan Tuo 2026.

Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Tanah Datar yang sebenarnya sangat ingin hadir dan bertemu langsung dengan para perantau, namun karena pada waktu yang bersamaan memiliki agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga kehadirannya diwakilkan.

“Bapak Bupati Tanah Datar sebenarnya sangat ingin hadir dalam kegiatan ini. Namun karena ada kegiatan lain yang waktunya bersamaan dan tidak bisa ditinggalkan, beliau menugaskan kami untuk mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” kata Riswandi.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mengapresiasi keberadaan organisasi perantau yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, potensi yang dimiliki para perantau sangat besar dan telah banyak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Tanah Datar.
“Peran perantau sangat besar dalam mendukung pembangunan Tanah Datar. Banyak kontribusi yang telah diberikan, baik melalui pemikiran, investasi, bantuan sosial, dukungan pendidikan, maupun berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kecintaan para perantau terhadap kampung halaman merupakan modal besar bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Riswandi menambahkan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan para perantau. Potensi sumber daya manusia, jaringan, pengalaman, dan kekuatan ekonomi yang dimiliki perantau diharapkan dapat terus disinergikan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Tanah Datar di berbagai sektor.

Ketua Presidium IKTD/KKTD Nasional, Dr. Yuherman, SH, MH, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota, pengurus, dan utusan daerah yang telah hadir dalam Mubes II. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya rasa memiliki terhadap organisasi dan komitmen untuk menjaga hubungan antara ranah dan rantau.

“Kita perlu membahas dan menyepakati bersama apakah ke depan organisasi ini menggunakan nama IKTD atau KKTD. Namun semuanya tergantung pada hasil musyawarah kita bersama.

Apa yang diputuskan oleh peserta musyawarah itulah yang akan menjadi keputusan organisasi dan harus kita hormati bersama,” tegasnya.

Menurut Yuherman, yang terpenting bukanlah perbedaan nama, melainkan bagaimana organisasi mampu menjadi rumah besar bagi seluruh perantau Luhak Nan Tuo. Semangat persatuan, kekeluargaan, dan kebersamaan harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap keputusan yang diambil.

Dukungan terhadap pelaksanaan Mubes II IKTD/KKTD Nasional Luhak Nan Tuo 2026 juga datang dari sejumlah tokoh perantau yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Khairunas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah besar yang dinilainya sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi warga perantau Luhak Nan Tuo.

Menurut Khairunas, organisasi perantau memiliki peran strategis dalam menjaga hubungan antara ranah dan rantau serta menjadi wadah untuk menghimpun potensi masyarakat Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah. Ia berharap Mubes dapat menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi dan kampung halaman.

Senada dengan itu, anggota DPR RI, M. Shadiq Pasadigoe, juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Mubes II. Ia menilai musyawarah besar ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan merumuskan langkah-langkah strategis organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

M. Shadiq Pasadigoe berharap seluruh peserta dapat mengedepankan semangat musyawarah dan mufakat dalam setiap pembahasan sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi seluruh perantau. Ia juga mengajak warga rantau untuk terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan menjaga nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau yang menjadi identitas bersama.(Mdtk)