Padang Panjang – Pensiunan yang tergabung dalam Palito Tuo Kota Padang Panjang menyalurkan bantuan senilai Rp18,9 juta kepada 33 kepala keluarga korban bencana longsor dan banjir bandang.di halaman Posko Induk Kantor Lurah Silaiang Bawah
Penyerahan disampaikan langsung oleh Ketua Palito Tuo, Defrial Dt. Bangso Rajo, didampingi Sekretaris Syahrial Lubas, Ketua PWRI Masrul Maesa, Ketua LLI Yulfahmi, mantan Ketua DPRD dua periode Hamidi Labai Sati, senior Partai Golkar Desfa Remindo, Ketua LPM Wel Ardi, serta para pensiunan lainnya seperti Rusli, Syafruddin Agus, Rustam dan Humas pensiunan Ananda Utama.
Ketua Palito Tuo, Defrial Dt. Bangso Rajo, menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut berasal dari sumbangan para pensiunan dan anak-anak pensiunan Padang Panjang.
Bantuan diberikan kepada 33 kepala keluarga terdampak, terdiri dari 29 KK di Silaiang Bawah, satu KK di RT IV Kampung Manggis, dan satu KK di Koto Panjang, dengan masing-masing menerima Rp550.000. Selain itu,
khusus anggota Palito Tuo Idawari Caniago Syang, yang keluarganya menjadi korban banjir bandang di Sibolga, turut diberikan bantuan sebesar Rp1.000.000 sebagai bentuk kepedulian internal organisasi.
Defrial Dt. Bangso Rajo menyebutkan Palito Tuo bukan hanya wadah silaturahmi pensiunan, tetapi juga organisasi sosial yang memiliki komitmen moral untuk membantu masyarakat
. Ia menekankan bahwa para pensiunan tetap ingin berbuat bagi lingkungan meski sudah tidak aktif lagi di instansi masing-masing. “Kepedulian tidak mengenal masa pensiun. Selagi mampu, Palito Tuo akan selalu siap hadir membantu warga yang tertimpa musibah,” ujarnya.
Sekretaris Palito Tuo, Syahrial Lubas, menambahkan bahwa kegiatan sosial telah menjadi tradisi organisasi sejak awal berdirinya. Ia mengatakan bahwa Palito Tuo akan terus mempertahankan semangat kebersamaan dan kepedulian antaranggota sehingga keberadaan mereka dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Syahrial juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan anak-anak pensiunan yang telah berpartisipasi, sehingga bantuan dapat tersalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.
Palito Tuo selalu berusaha hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah, baik dalam bentuk bantuan materi maupun dukungan moral. Ia menyampaikan bahwa banyak anggota yang meski telah lanjut usia tetap turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan.
“Ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dan semangat sosial para pensiunan masih sangat kuat. Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan sampai tepat kepada yang berhak,” ujar Syahrial.
Sementara itu Buya Hamidi Labai Sati yang juga merupakan anggota Palito Tuo menyampaikan tausiah kepada para korban banjir bandang. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT dalam menghadapi cobaan hidup.
“Marilah kita sabar, melaksanakan ibadah dengan baik, memperbanyak doa dan selalu mengingat Allah SWT,” pesan Buya Hamidi memberikan ketenangan kepada warga.
Setiap musibah adalah ujian yang harus dihadapi dengan keteguhan hati. Ia menyebutkan bahwa ujian ini datang untuk menguji keimanan serta mengingatkan manusia agar lebih dekat kepada Sang Pencipta. “Musibah bukan tanda murka, tetapi ujian. Allah ingin melihat bagaimana kita tetap tegar, tetap tawakal, dan tidak putus asa. InsyaAllah, setiap kesulitan akan dibalas dengan kemudahan,” ujar Ustad Hamidi.
Aksi solidaritas para pensiunan Palito Tuo ini mendapat apresiasi luas dari warga dan pihak kelurahan yang terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana di Silaiang Bawah dan daerah terdampak lainnya.(m.akmal)