Malam Penuh Duka di Limo Kaum, Empat Ruko dan Sejumlah Rumah Dilalap Api

Malam Penuh Duka di Limo Kaum, Empat Ruko dan Sejumlah Rumah Dilalap Api

LIMA KAUM — Kebakaran melanda Jorong Balai Labuah Bawah, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat unit ruko, satu unit rumah permanen, satu unit rumah nonpermanen, serta satu unit gudang pelaminan dilalap si jago merah. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kabid Kebakaran, Suradi, menyebutkan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.40 WIB. Setelah menerima laporan, unit langsung berangkat pada pukul 18.41 WIB dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 18.44 WIB Senin (24/8)

“Laporan masuk pukul 18.40 WIB, unit berangkat pukul 18.41 WIB dan tiba di TKP pukul 18.44 WIB,” ujar Suradi.

Enam Unit Pemadam Dikerahkan

Untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke bangunan lainnya, petugas mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran dari beberapa wilayah.

Armada yang diterjunkan terdiri dari tiga unit mobil pompa Kajama dan satu unit Fuso dari Mako Damkar Tanah Datar, satu unit Hino dari Posko Salimpaung, serta satu unit Fuso dari Kota Padang Panjang.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif. Setelah berjibaku dengan kobaran api, proses penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 21.00 WIB.

Personel Gabungan Turut Membantu

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Regu 3 Mako Damkar turut diterjunkan. Personel yang terlibat yakni Teja Imam Rahanda, Riski Wahyudi, Rahmat Fadilla, Doni S., Riski Ananda Nofiardi, Yusrianto, dan Meidora.

Selain itu, penanganan juga mendapat dukungan dari empat orang personel Regu 3 Salimpaung.

Di lokasi, penanganan juga didampingi oleh Kasat Pol PP dan Damkar, Kabid Damkar, Kasi Ops Damkar, serta Kasi Pencegahan Damkar Tanah Datar, bersama sejumlah instansi terkait.

Dukungan lintas instansi terdiri dari Polri sebanyak empat orang, TNI tiga orang, PLN tiga orang, BPBD empat orang, dan Satpol PP tiga orang.

Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman, pendinginan, pengamanan lokasi, serta mencegah kobaran api meluas ke bangunan di sekitar lokasi.

Korban Terdampak Kebakaran

Berdasarkan pendataan sementara petugas di lapangan, sejumlah warga menjadi korban terdampak akibat ruko dan rumah yang ikut terbakar.

Korban yang telah didata yakni Harry Samudera Raptama (38 tahun), Suwatril (50 tahun) yang bekerja sebagai ASN, Gusriati (48 tahun) sebagai ibu rumah tangga, serta Masnieri (63 tahun), pensiunan ASN.

Pendataan terhadap korban dan kerusakan bangunan masih dilakukan untuk mengetahui secara lebih rinci dampak serta kerugian yang dialami masing-masing korban.

Kerugian Diperkirakan Rp300 Juta

Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya tujuh bangunan terdampak, terdiri dari empat ruko, satu rumah permanen, satu rumah nonpermanen, dan satu gudang pelaminan.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp300 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendataan dan penyelidikan pihak terkait.

Kabid Kebakaran Imbau Masyarakat Waspada

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Kebakaran Suradi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Ia meminta masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik serta tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan. Peralatan yang menggunakan listrik, api, maupun sumber panas juga harus dipastikan dalam kondisi aman ketika rumah atau tempat usaha ditinggalkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap berbagai potensi yang dapat memicu kebakaran. Periksa instalasi listrik secara berkala dan pastikan peralatan listrik maupun sumber api sudah dalam kondisi aman ketika ditinggalkan,” ujar Suradi.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat bergerak secepat mungkin.

“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas bisa melakukan penanganan. Jangan menunggu api membesar,” tegasnya.

Suradi berharap kejadian kebakaran di Jorong Balai Labuah Bawah menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan serta melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.(Mdtk)