M. Shadiq Pasadigoe Apresiasi Memoar Mustafa Akmal: Catatan Perjalanan Pengabdian yang Layak Diwariskan

M. Shadiq Pasadigoe Apresiasi Memoar Mustafa Akmal: Catatan Perjalanan Pengabdian yang Layak Diwariskan

Jakarta — Wartawan Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, S.H., M.H., menyerahkan buku memoarnya berjudul “Memoar Mustafa: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” kepada Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dr. Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M.

Penyerahan buku tersebut berlangsung di ruang kerja M. Shadiq Pasadigoe di lantai 21, ruang Fraksi Partai NasDem, Jakarta, Rabu (8/9). Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kesibukan M. Shadiq Pasadigoe menjelang agenda rapat paripurna dan rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Perdata Internasional.

Mustafa Akmal menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada M. Shadiq Pasadigoe yang telah berkenan memberikan testimoni untuk buku memoar yang ditulisnya.

“Alhamdulillah, buku ini bisa saya serahkan langsung kepada beliau di ruang kerjanya. Ini merupakan momen yang sangat berharga bagi saya karena bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan beliau di tengah kesibukannya, terutama menjelang rapat paripurna dan rapat Panja RUU Perdata Internasional,” ujar Mustafa Akmal.

Mustafa juga mengapresiasi kesediaan M. Shadiq Pasadigoe menerima langsung buku tersebut sekaligus memberikan testimoni.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada beliau yang telah memberikan testimoni untuk buku memoar ini. Bagi saya, testimoni tersebut merupakan penghargaan dan motivasi tersendiri,” katanya.

Sementara itu, M. Shadiq Pasadigoe menyampaikan apresiasi kepada Mustafa Akmal yang telah menulis dan menerbitkan memoar perjalanan pengabdiannya.

“Saya mengenal beliau sebagai aparatur yang tekun, komunikatif, dan memiliki kepedulian terhadap Tanah Datar. Pada saat saya menjabat sebagai Bupati Tanah Datar, beliau pernah dipercaya sebagai Kepala Radio Luhak Nan Tuo. Sebagai wartawan, beliau juga aktif menulis berbagai kegiatan pembangunan dan kehidupan masyarakat,” ujar Shadiq.

Menurut Shadiq, semangat Mustafa Akmal dalam menulis tidak berhenti setelah memasuki masa purna tugas. Ia menilai Mustafa tetap aktif menulis dan bahkan mampu menuangkan perjalanan pengabdiannya dalam bentuk sebuah memoar.

“Dan setelah purna tugas, beliau masih tetap aktif menulis. Bahkan, beliau mampu menulis perjalanan pengabdiannya dalam bentuk memoar. Ini tentu patut diapresiasi karena pengalaman dan perjalanan hidup beliau dapat menjadi catatan serta pembelajaran bagi generasi berikutnya,” kata Shadiq.

Buku “Memoar Mustafa: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” mengisahkan perjalanan Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali dalam berbagai bidang, mulai dari dunia jurnalistik, aparatur sipil negara (PNS), dosen, aktivis, hingga profesi advokat.

Penyerahan buku memoar tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi dan berbagi pengalaman, serta menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang pengabdian Mustafa Akmal di tengah masyarakat.(Mdtk)