JAKARTA — Satu abad kehidupan Rahmi Hatta dirayakan melalui rangkaian kegiatan yang memadukan sejarah, fesyen, seni, diskusi, hingga kegiatan sosial. Puncak perayaan tersebut dihadirkan dalam “Satu Abad Rahmi Hatta: Fashion Performance Art Rumah” di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Sabtu malam, 5 September 2026.
Di hadapan ribuan penonton, perjalanan satu abad kehidupan Rahmi Hatta diterjemahkan ke dalam bahasa seni melalui perpaduan fesyen, musik, gerak, tata cahaya, dan visual panggung. “Rumah” dipilih sebagai tema utama untuk menggambarkan ruang tempat kehidupan, keluarga, nilai, dan kenangan tumbuh serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kegiatan yang digelar Yayasan Meutia Hatta Swasono, yang dipimpin Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono (Meutia Hatta), tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang sosok perempuan yang pernah mendampingi Proklamator Kemerdekaan sekaligus Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.
Lebih dari itu, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merayakan perjalanan hidup, keteladanan, nilai keluarga, serta kepedulian sosial yang dapat diwariskan kepada masyarakat dan generasi masa kini.
Menurut Meutia Hatta, rangkaian kegiatan “Satu Abad Rahmi Hatta” berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Sejarah, fesyen, seni, diskusi, hingga kegiatan sosial dipadukan untuk menghadirkan sosok Rahmi Hatta dalam perspektif yang lebih dekat dengan masyarakat dan relevan bagi generasi masa kini.
Salah satu kegiatan sosial dalam rangkaian tersebut adalah “Ikatan Cinta”, yang mempertemukan 40 pasangan dalam sebuah prosesi pernikahan massal. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai keluarga dan kepedulian sosial ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh daerah turut hadir dalam puncak perayaan tersebut. Tampak hadir Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Wali Kota Bukittinggi H. M. Ramlan Nurmatias, S.H.
Sebelum pertunjukan dimulai, anak tertua Rahmi Hatta, Mutia Hatta, didampingi sang suami, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Dengan nada haru, Mutia mengungkapkan rasa syukurnya karena keluarga dapat melaksanakan peringatan satu abad usia sang ibu.
“Kami sangat bersyukur karena pada hari yang berbahagia ini dapat melaksanakan peringatan satu abad orang tua perempuan kami, Ibu Rahmi Hatta. Ini merupakan perjalanan yang sangat panjang dan penuh makna bagi keluarga kami,” ujar Mutia.
Menikah di Usia 19 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, Mutia juga menceritakan perjalanan kehidupan orang tuanya yang dimulai sejak usia muda. Ia mengungkapkan bahwa sang ibu menikah ketika berusia 19 tahun, kemudian menjalani perjalanan kehidupan bersama keluarga hingga akhirnya mencapai usia satu abad.
Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting yang ingin dikenang dan diabadikan melalui pertunjukan “Rumah”. Kisah seorang perempuan yang memulai kehidupan berkeluarga di usia muda, kemudian melewati berbagai fase kehidupan, menjadi cerita yang sarat dengan nilai keluarga, keteguhan, dan kasih sayang.
“Ibu menikah ketika berusia 19 tahun. Dari situlah perjalanan kehidupan orang tua kami bersama keluarga dimulai. Hari ini, setelah melewati perjalanan yang begitu panjang, kami bisa berkumpul untuk merayakan satu abad kehidupan beliau,” tutur Mutia dengan haru.
Bagi keluarga, peringatan satu abad Rahmi Hatta bukan sekadar perayaan usia. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan, perjuangan, serta nilai-nilai yang telah diwariskan kepada anak-anak dan keluarga.
“Rumah” sebagai Ruang Kehidupan
Mengusung konsep fashion performance art, pertunjukan “Rumah” menerjemahkan perjalanan kehidupan Rahmi Hatta melalui perpaduan seni, fesyen, musik, gerak, tata cahaya, dan visual panggung.
Tajuk “Rumah” menjadi benang merah keseluruhan pertunjukan. Rumah tidak hanya dimaknai sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang kehidupan—tempat keluarga tumbuh, nilai-nilai diwariskan, serta kenangan perjalanan hidup tersimpan.
Di hadapan ribuan penonton, kisah satu abad Rahmi Hatta dihadirkan melalui rangkaian artistik yang menggambarkan perjalanan waktu dan berbagai fase kehidupan.
Melalui pertunjukan tersebut, perjalanan Rahmi Hatta ditampilkan bukan hanya sebagai bagian dari sejarah keluarga Mohammad Hatta, tetapi juga sebagai kisah seorang perempuan yang menjalani kehidupan, membangun keluarga, serta mewariskan nilai-nilai kepada generasi setelahnya.
Malam itu, Tennis Indoor Stadium Senayan tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan. Tempat tersebut berubah menjadi panggung untuk merayakan satu abad kehidupan Rahmi Hatta sekaligus mengenang perjalanan sebuah keluarga yang telah dimulai sejak ia menikah pada usia 19 tahun.
Satu abad Rahmi Hatta akhirnya bukan semata tentang usia yang panjang, melainkan tentang sebuah perjalanan kehidupan yang menyimpan sejarah, keluarga, kasih sayang, pengabdian, dan nilai-nilai yang terus diwariskan. Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026, “Rumah” menjadi simbol bahwa setiap perjalanan besar selalu berawal dari ruang sederhana tempat manusia tumbuh dan nilai-nilai kehidupan pertama kali ditanamkan.(Mdtk)