Tanah Datar– Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar akan adakan Lomba Alua Pasambahan 18 September 2025 mendatang.
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Minangkabau, khususnya tradisi Alua Pasambahan yang sarat dengan nilai-nilai adat.
Wakil Ketua LKAAM Tanah Datar, Dt. Marapatieh, didampingi Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan salah satu upaya konkret dalam menanamkan nilai adat kepada generasi muda. “Melalui lomba ini kita ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap adat, sekaligus mempersiapkan mereka sebagai calon pewaris budaya Minangkabau,” ujarnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap nilai adat Minangkabau, melatih kemampuan berbahasa Minang dalam konteks adat, serta menciptakan generasi muda yang mampu mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta lomba merupakan utusan dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar, dengan batas usia maksimal 19 tahun. Setiap penampilan dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari lima orang peserta dan dua orang pendamping. Durasi penampilan ditetapkan 25 menit dengan maksimal 30 menit, serta diwajibkan mengenakan pakaian adat Minangkabau.
Tema yang dilombakan meliputi Manjapuik Marapulai, Samba Makan, dan Maurak Selo. Penilaian akan difokuskan pada tiga aspek, yaitu adab (kesantunan, keteraturan penyampaian, dan alur cerita), isi (kesesuaian dengan tema, penggunaan bahasa dan peribahasa Minang), serta retorika/intonasi (ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh yang mendukung).
Untuk mempersiapkan jalannya lomba, LKAAM Tanah Datar telah menetapkan tiga orang juri yang berasal dari unsur tokoh adat dengan Ketua Juri Datuk Kayo, Datuk Marapatiah, Datuk Majo Datuk dan Juri Waktu N Gindo Malano dan Mereka diharapkan mampu memberikan penilaian yang objektif sekaligus membimbing generasi muda agar memahami nilai-nilai adat Minangkabau.
Rencananya, pembukaan lomba akan dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama anggota Forkopimda dan OPD terkait. Kehadiran pimpinan daerah tersebut diharapkan dapat menambah semangat bagi para peserta sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya Minangkabau.
Dt. Marapatieh juga mengimbau kepada seluruh pengurus LKAAM kecamatan se-Kabupaten Tanah Datar agar segera mempersiapkan utusannya untuk mengikuti lomba ini. “Kegiatan akan kita pusatkan di Kantor LKAAM Tanah Datar atau di muka Gedung Indo Jalito Batusangkar. Mari bersama-sama kita sukseskan kegiatan ini demi kelestarian adat Minangkabau,” tambahnya.
LKAAM Tanah Datar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antar-ninik mamak, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap adat Minangkabau, sehingga tradisi luhur tersebut tetap terjaga dan berkembang di tengah arus modernisasi. (Mdtk)