Tanahdatar,—Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Amril salurkan zakat mukayyad melalui program bedah rumah senilai Rp27,5 juta kepada seorang guru PAI honorer dari SMP 2 Sungai Tarab.
Selain bedah rumah, sebanyak 14 mustahik menerima zakat untuk kategori ekonomi produktif masing-masing sebesar Rp4,5 juta yang dikhususkan untuk pembelian ternak kambing.
Sementara itu, untuk kategori konsumtif, empat orang warga terdampak bencana banjir dan longsor dari Kecamatan Batipuh Selatan menerima santunan masing-masing senilai Rp500 ribu.
Penyerahan. disaksikan Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), serta Ketua Baznas Yasmansyah dan jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Tanah Datar.di Aula Kantor, Selasa (27/1)
Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Tanah Datar, Abu Hanifah Nasution, melaporkan bahwa dana zakat mukayyad ini berasal dari potongan gaji ASN Kemenag serta tunjangan profesi Guru PAI se-Kabupaten Tanah Datar
Dana yang dihimpun tersebut disetorkan ke Baznas dan didistribusikan kembali kepada mustahik yang secara khusus diusulkan oleh pihak Kemenag.
Ketua Baznas Tanah Datar, Yasmansyah, menyambut positif pola sinergi ini dan memastikan bahwa seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi kelayakan sesuai dengan delapan asnaf.
Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Amril, dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi dalam setiap tahapan pendistribusian dana umat tersebut. “Alhamdulillah, sinergi Kemenag dan Baznas bisa melahirkan program-program dalam rangka membantu menyejahterakan masyarakat Tanah Datar dan upaya mengentaskan kemiskinan. Pengusulan mustahik dan pendistribusiannya haruslah tepat sasaran, tepat jumlah, serta tepat secara administrasi,” tegasnya di hadapan para penerima manfaat.
Skema penyaluran yang beragam ini diharapkan dapat menyentuh berbagai lapisan kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan dasar hingga kemandirian ekonomi.
H. Amril minta kepada para Penyuluh Agama di KUA Kecamatan untuk melakukan pendampingan intensif bagi penerima zakat produktif sebagai bagian dari misi pemberdayaan ekonomi umat.
Beliau berharap bantuan modal ternak tersebut dapat dikelola dengan serius agar mampu berkembang dan mengubah taraf hidup keluarga penerima.
“Harapan kita bersama, jika hari ini saudara sekalian menjadi mustahik atau penerima, semoga di masa depan dengan usaha yang tekun bisa berganti menjadi muzakki atau pemberi zakat,” harap beliau dengan optimis. (Mdtk)