Tanah Datar– Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan salat Idul Adha 1446 H di Masjid Nurul Ihsan, Baduih, Simawang.
Khatib Zulfikri Putra Mustafa, S.Ag, menyampaikan khutbah dengan tema besar tentang makna pengorbanan yang tercermin dari kisah keluarga Nabi Ibrahim AS. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan momen Idul Adha sebagai sarana refleksi atas keteladanan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dalam sejarah keimanan umat Islam.
Dalam khutbahnya, Zulfikri menekankan bahwa Idul Adha adalah waktu yang tepat untuk mengenang dan meneladani tiga sosok luar biasa: Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS. Ketiganya memperlihatkan bentuk ketaatan dan pengorbanan yang begitu besar kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim digambarkan sebagai sosok ayah yang mampu menjalankan perintah Allah dengan penuh tanggung jawab, sedangkan Ismail sebagai anak yang berbakti, rela dikorbankan demi memenuhi perintah Ilahi.
Zulfikri yang juga Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga menyoroti peran sentral Siti Hajar, yang dengan ketaatan dan kesabaran luar biasa mampu menghadapi cobaan hidup yang sangat berat. Ia menjadi teladan bagi para istri dan ibu dalam keluarga Muslim. Khatib menyampaikan bahwa dari kisah ini, umat Islam diajak untuk memaknai ulang peran masing-masing dalam keluarga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Selain itu, khutbah ini juga menyerukan kepada jamaah untuk terus menanamkan nilai-nilai berkorban dalam kehidupan sehari-hari. Pengorbanan tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk waktu, tenaga, dan keikhlasan demi kemaslahatan umat dan bangsa. “Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” ajaknya, seraya berharap agar pengorbanan ini menjadi dasar terbentuknya masyarakat yang diridhai Allah SWT.
Mengakhiri khutbah, Zulfikri Putra Mustafa mendoakan agar perayaan Idul Adha kali ini mampu membangkitkan semangat umat untuk terus berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. Ia mengajak seluruh jamaah untuk lebih bersemangat, rela berkorban, dan menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi. “Amiin, amiin, amiin ya rabbal ‘alamin,” tutupnya, diiringi ucapan “takbir” dari para jamaah. (mdtk)