Dorong Petani Tanam Cabai, Wali Kota Padang Panjang Serahkan Bantuan Pertanian Kepada Kelompok Tani Sebesar Rp 240 Juta

Dorong Petani Tanam Cabai, Wali Kota Padang Panjang Serahkan Bantuan Pertanian Kepada Kelompok Tani Sebesar Rp 240 Juta

PADANG PANJANG,  – Wali Kota Hendri Arnis serahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani dan masyarakat dengan  alokasikan anggaran Rp240 juta di Aula Lantai II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/7/2026),

Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, Kapolres AKBP Wisnu Hadi, Kepala Kejaksaan Negeri Adhi Setyo Prabowo, Kepala BPS Abdul Razi, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis, serta sejumlah kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Bantuan diberikan melalui Program Sarana Produksi Budidaya Cabai kepada 198 petani yang mengelola lahan seluas 9,90 hektare. Bantuan yang disalurkan meliputi benih cabai merah, mulsa plastik hitam perak, dan pupuk NPK non-subsidi. sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan produksi cabai untuk menekan laju inflasi daerah.

Selain itu, melalui Program Pemanfaatan Pekarangan, Pemko juga mengalokasikan anggaran Rp60 juta untuk 200 rumah tangga di 10 kelurahan. Bantuan berupa bibit sayuran, pupuk, polibag, dan plastik bibit tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan.

Wako Hendri mengatakan, Padang Panjang memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung pengembangan tanaman cabai. Karena itu, ia mengajak para petani memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal agar produksi cabai terus meningkat.

“Kita ingin petani lebih banyak menanam cabai karena iklim Padang Panjang sangat cocok. Jika produksi meningkat, pasokan terjaga dan inflasi juga bisa kita tekan,” ujarnya.

Hendri juga mengungkapkan, pada 2027 Pemerintah Kota berencana memperluas dukungan kepada masyarakat melalui bantuan ayam, bebek, dan ikan bagi warga yang memiliki lahan serta memenuhi persyaratan. Menurutnya, setiap pekarangan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan sekaligus penambah pendapatan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota berdialog langsung dengan kelompok tani untuk menyerap berbagai aspirasi, di antaranya kebutuhan kompos, subsidi bahan bakar alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga tingginya biaya pestisida.

Menanggapi aspirasi itu, Hendri meminta Dinas Pangan dan Pertanian kembali menggencarkan pembuatan pestisida nabati agar biaya produksi petani dapat ditekan sekaligus mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk mengkaji kebutuhan riil bahan bakar alsintan, meningkatkan produksi kompos, serta menggelar forum diskusi rutin bersama petani setiap bulan agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.(Rel/m.akmal)