Bupati Sebutkan Kiat Tanah Datar Dalam Pengendalian Inflasi Sehingga Peringkat I Di Sumatera Tahun 2023

Bupati Sebutkan Kiat Tanah Datar Dalam Pengendalian Inflasi Sehingga Peringkat I Di Sumatera Tahun 2023

Tanah Datar,–Bupati Tanah Datar Eka Putra mengakui Tanah Datar merupakan satu-satunya Kabupaten atau Kota yang mewakili Sumatera Barat dan peringkat satu di wilayah Sumatera dalam pengendalian inflasi pada penghargaan 2023.

Hal itu disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Kadis Kominfo Yusrizal seusai mengikuti rapat pengendalian inflasi secara zoom meeting dengan Menteri Dalam Negeri RI

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar rutin melaksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan secara langsung maupun virtual pada setiap hari senin nya.

Rapat koordinasi juga diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanah Datar.

Bupati Tanah Datar Datar Eka Putra mengatakan rapat koordinasi inflasi bertujuan untuk mengidentifikasi masalah inflasi yang terjadi di Tanah Datar.

“Sehingga dengan adanya koordinasi yang baik antar OPD upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Tanah Datar dapat dilakukan secara lebih efisien dan terkoordinasi,” kata Bupati Eka Putra di Batusangkar Kamis, (14/03/2024).

Dalam mengendalikan laju inflasi tersebut kata dia, perlu adanya ketersediaan pasokan pangan dan distribusi pangan yang mencukupi seperti tanaman cabai, bawang merah, tomat, beras dan sayuran lainnya.

“Selain menjaga ketersediaan pasokan pangan, Pemkab Tanah Datar juga rutin melakukan kegiatan operasi pasar dalam rangka menstabilkan harga beberapa komoditi yang cenderung meningkat,” kata Bupati.

Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra untuk mendukung ketersediaan pangan tersebut perlu melaksanakan program ketahanan pangan dalam rumah tangga yaitu dengan menanam tanaman di pekarangan rumah atau dengan polibag.

“Seperti tanaman cabai, bawang merah, tomat dan sayuran lainnya, dan beternak ikan dalam ember bekas, sehingga ketersediaan pangan di keluarga bisa terpenuhi dan tentunya meminimalisir pengeluaran (mdtk)