Bulan Ramadhan Pusdiklatnya Orang Beriman (2).

Bulan Ramadhan Pusdiklatnya Orang Beriman (2).

Bulan Ramadhan Pusdiklatnya Orang Beriman.
Oleh : H. Abdel Haq, S.Ag, MA. *

Apa pun yang dilakukan suatu saat nanti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Al-Israa’ ayat 36 :

” Innas sam’a walbashara wal fu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaa “. Artinya :
” Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya “.

2. Pelaksanaan ibadah wajib dan sunah sepanjang hari.
Selama bulan Ramadhan umat Islam disuguhi dengan berbagai materi ibadah,

yang nilainya tidak sama tatkala mengerjakan di bulan suci Ramadhan. Justeru itulah, umat Islam meramaikan masjid untuk shalat berjamaah lima kali sehari semalam, plus shalat tarwih dan shalat witir berjamaah. Dilanjutkan dengan bertadarus, i’tikaf di masjid, berzikir, mendengarkan pengajian dan ceramah. Agenda hebat ini sengaja dipersiapkan oleh pengurus masjid. Juga digalakkan dengan pemberian ta’jil, memberikan perbukaan kepada orang lain.

Selama bulan suci Ramadhan Allah Swt obral bonus buat hamba-Nya yang beriman.

Melakukan ibadah wajib di bulan Ramadhan, dilipatgandakan pahala dan nilainya oleh Allah Swt. Melakukan ibadah sunah, nilai dan pahalanya sama dengan

melakukan ibadah wajib di luar bulan suci Ramadhan. Bahkan disediakan pula oleh Allah Swt gebyar bonus. Ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan yaitu ” lailatul qadri khairum min alfi syahrin “. Begitulah, Allah Swt sengaja memotivasi hamba-Nya untuk melakukan amal kebaikan selama bulan Ramadhan. Dengan harapan, pasca Ramadhan nantinya akan berbuah, berkesan dan bisa meneruskan trend positif melanjutkan amal kebaikan, sepanjang hari di luar bulan Ramadhan.

3. Menjadikan masjid dan mushalla sebagai pusat kegiatan umat.
Sudah menjadi hal yang lumrah bagi umat Islam di bulan suci ini, selalu berbondong ke masjid dan mushalla untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan. Karena masjid dan mushalla bukanlah sekedar

tempat mendirikan shalat berjamaah saja. Akan tetapi di dalam Islam, seperti dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan, pendidikan dan kebudayaan.
Masjid di zaman Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, merupakan tempat strategis berkumpulnya umat Islam dalam membicarakan masalah umat, memajukan umat Islam, bahkan untuk mengatur strategi perang pun diawali di masjid. Jadi, sangat tidak beralasan sekali, ada yang mengatakan dilarang membicarakan politik dalam masjid. Bukankah pendidikan politik juga diperlukan oleh umat Islam, agar mereka tidak buta politik. Umat Islam harus tahu kriteria pemimpin dan mengerti seluk beluk kepemimpinan yang baik. Bagaimana pun, Islam adalah agama yang kaaffaah. Ajaran Islam memuat segala bentuk aturan yang dibutuhkan umat

manusia, agar manusia bisa melestarikan kebaikan, suasana yang damai, nyaman, sejahtera lahir batin, serta menikmati kebahagiaan dunia akhirat. Islam sangat menganjurkan agar alam dan lingkungan dijaga, dipelihara dan dilestarikan untuk generasi berikutnya. Bukan sebaliknya, alam dirusak, disia-siakan dan dibiarkan merana dan digunduli untuk kepentingan sesaat, bagi oknum tertentu.
Alhamdulillah, selama bulan Ramadhan di daerah Sumatera Barat khususnya, telah diagendakan Pesantren Ramadhan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, dalam mempelajari, mendalami ajaran Islam, mengamalkan isi dan kandungan Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Marilah kita selamatkan generasi muda dari ancaman narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar sesama pelajar. Diharapkan

contoh tauladan dari orang tua pemimpin formal dan informal. Agar generasi muda tidak kehilangan panutan. Bagaimana pun jaga peran orang tua, Tokoh Masyarakat pemimpin formal dan informal sangat menentukan sekali, dalam menyiapkan generasi hebat, yang berkualitas dunia akhirat. Kalau terlambat dari sekarang boleh jadi, akan muncul suatu saat loss generation, hilang lenyap sebuah generasi, yang pada akhirnya akan membawa dampak negatif, hancurnya sebuah negara dan hilangnya peradaban yang telah dibina oleh para pendahulu, pejuang, pahlawan bangsa. Semoga, kehadiran bulan Ramadhan kali ini, dapat dijadikan sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan untuk meraih ketaqwaan sejati. Wallaahu a’lam bishshawaab.
* Penulis Aktivis Dakwah, terakhir Kakankemenag Kabupaten Dharmasraya