Bukttinggi,–Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang dipadukan dengan Festival Ekonomi Digital (FEKDi) akan dilaksanakan di Bukittinggi pada tanggal 13 sampai 15 Juli mendatang
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra menyebutkan dalam koordinasi FESyar dan FEKDi ysng juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Erinaldi di Ruang Rapat Excellent, Kantor Perwakilan BI Sumbar, Jumat (7/7).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat yang Inklusif dan dipusatkan di dua titik, yakni kawasan Jam Gadang dan lapangan Kantin.
“FESyar dan Ekonomi Digital 2023 akan menampilkan beragam kegiatan mulai dari Opening Ceremony, Sosialisasi ekonomi dan keuangan syariah, pameran UMKM, berbagai lomba, hingga penampilan konser PADI,” ujar Endang.
Dalam ajang itu juga sekaligus akan dilakukan soft Launching Kawasan Halal Lifestyle Masjid Raya Sumbar, Pencanangan Gerakan Perluasan Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS, Pemberian Sertifikasi Halal kepada 300 UMKM, Perjanjian kerjasama dengan Pondok Pesantren, serta Pencanangan Gerakan QRIS Goes to School.
“Kegiatan ini nantinya juga akan dimeriahkan konser PADI, serta fashion show muslim. Kita berharap fashion muslim tumbuh dan berkembang dari Sumbar. Sekaligus jadikan Sumbar sebagai provinsi pemersatu dan kiblatnya ekonomi syariah,” harap Endang.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Erinaldi mengapresiasi kembali digelarnya FESyar dan FEKDi. Ia berharap kolaborasi antara lembaga keuangan yang ada di Sumatera Barat dengan UMKM kita bisa dengan baik sehingga festival ini memberikan dampak yang membuat kepada perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Barat.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya berbagai upaya peningkatan ekonomi syariah oleh Bank Indonesia di Sumatera Barat. Semoga festival ini sukses dan dapat meningkatkan kualitas produk dan pasar UMKM kita serta menumbuhkan lebih banyak lagi pelaku usaha di Sumbar (tafa)