BUKITTINGGI — Pembelajaran bahasa asing di lingkungan sekolah kini tidak lagi sekadar hafalan rumus tata bahasa yang kaku. SD dan SMP Excellence Kota Bukittinggi resmi menggandeng akademisi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr Irwandi, untuk mentransformasi paradigma pendidikan dua bahasa agar lebih adaptif dan aplikatif di ruang kelas.
Dalam program pendampingan yang digelar Sabtu (8/8/2026), Dr Irwandi menegaskan bahwa sekolah bilingual idealnya menempatkan bahasa kedua sebagai media pengantar mata pelajaran inti, seperti Sains dan Matematika.
Guna mengatasi kendala pemahaman siswa, ia memperkenalkan metode Action and Function—sebuah pendekatan yang memadukan peragaan fisik dengan penggunaan bahasa sesuai fungsi konteksnya.
“Metode ini menggeser fokus dari ‘belajar tentang bahasa’ menjadi ‘menggunakan bahasa untuk bertindak’. Saat eksperimen sains, misalnya, demonstrasi langsung membuat pesan tersampaikan dengan jernih tanpa perlu penerjemahan kata demi kata. Hal ini sekaligus menurunkan tingkat kecemasan anak dalam berbahasa,” ujar Irwandi.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem bahasa yang otentik—seperti keterlibatan komunitas akademisi, alumni, hingga penutur jati (native speaker)—sangat vital untuk menghadirkan interaksi nyata serta wawasan lintas budaya di luar kelas.
Langkah pendampingan ini disambut positif oleh Pendiri Yayasan Nur Iman (pengelola SD-SMP Excellence), H Nurman. Menurutnya, kolaborasi berbasis kepakaran akademis merupakan pijakan strategis bagi sekolah swasta dalam mencetak lulusan berdaya saing global tanpa mencabut akar identitas budaya lokal.(Ilham M)