Aisyiyah Lima Kaum Salurkan Donasi Anggota dan Komunitas Fans Na Jaemin Indonesia Untuk Korban Terdampak Banjir Bandang Tanah Datar

Aisyiyah Lima Kaum Salurkan Donasi Anggota dan Komunitas Fans Na Jaemin Indonesia Untuk Korban Terdampak Banjir Bandang Tanah Datar

Tanah Datar,— Aisyiyah Cabang Lima Kaum serahkan donasi anggota Aisyiyah Lima Kaum dan Komunitas Fans Na Jaemin Indonesia kepada keluarga terdampak bencana alam banjir Bandang Tanah Datar

Bantuan itu diberikan kepada ibuk mel di Panti rambatan dan refki Ismail relawan Tanah Datar yang juga Pengasuh Panti Muhammadiyah yang kecelakaan seusai menyerahkan bantuan kepada warga terdampak

Bantuan itu diserahkan Ketua aisyiah Lima Kaum ulfah Hanum didampingi Ketua Majelis Disdasmen Aisiyiah Lima Kaum Hj Rusyda

Ketua Aisyiah Tnah datar ulfah Hanum mengatakan bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian aisyiah lima kaum melalui donasi yang dikumpulkan anggota aisyiah Tanah Datar Untuk korban yang terdampak bencana alam.

Semoga bantuan ini bisa membantu atau meringankan beban korban yang terdampak. meski demikian ulfah hanum juga minta maaf karena secara kelembagaan baru datang hari ini

Kemudian Bantuan lain yang kami salurkan berasal dari Koordinator fans Na Jaenim Indonesia dan salah seorang anggotanya anak kami dan Bantuan itu juga telah kami salurkan di Nagari Paninjaun X Koto dan jangan pula dilihat dari jumlahnya tapi lihat dari ketulusan dari penyumbang yang juga merasa prihatin terhadap keluarga yang kena musibah
Sementara salah seorang penerima rifki Ismail menyampaikan terima kasih atas bantuan dan keikhlasan yang diberikan penyumbang dan bantuan ini sangat besar bagi kami artinya dengan ikutnya  ibuk aisyiyah prihatin atas yang kami rasakan

Harapan yang juga disampaikan buk mel atas bantuan ysng diberikan dan tolong sampai terima kasih kepada keluarga besar aisyiah lims Kaum dan juga komunitas fans Na Jaenim Indonesia dan mengaku akibat banjir bandang rumah nya ikut kena imbas termasuk tiga buah mobil hanyut dibawa banjir bandang dan kejadian itu kami cepat melarikan Diri kearah ketinggian dan kini mengaku masih traums atas musibah tersebut (mdtk)