Tanahdatar– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sijunjung menyalurkan bantuan kepada 13 orang anggota PGRI Batipuh Selatan yang terdampak bencana alam di Nagari Duo Koto Malalo, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Sumpur.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, didampingi Wakil Ketua Ishak, Sekretaris Witriadi, dan Bendahara Purwani, dan juga disaksikan Ketua PGRI Kabupaten Tanah Datar, Edial Yuspita, beserta tiga orang pengurus PGRI lainnya.kepada 13 orang penerima sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas organisasi terhadap anggota yang tertimpa musibah.
Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, menyampaikan bahwa bantuan tersebut baru dapat disalurkan pada hari itu. Ia menegaskan, “Bantuan yang kami berikan jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari niat dan kepedulian kami untuk meringankan beban saudara-saudara kami yang terdampak bencana.
PGRI merupakan organisasi profesi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian. Ia mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus memperkuat solidaritas dan saling membantu, terutama ketika menghadapi musibah dan situasi sulit.
Lebih lanjut, Syaiful Husein menyebutkan bahwa sebelum penyaluran bantuan di Batipuh Selatan, PGRI Kabupaten Sijunjung juga telah menyerahkan bantuan kepada anggota PGRI di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang yang terdampak bencana alam.
Hal ini menunjukkan komitmen PGRI Kabupaten Sijunjung dalam menumbuhkan solidaritas dan kepedulian antaranggota lintas daerah.
Pengurus PGRI Kabupaten Sijunjung menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab organisasi untuk selalu hadir di tengah anggota, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi musibah.
Melalui kegiatan ini, PGRI kembali menegaskan perannya sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi nilai solidaritas,
Ketua PGRI Kabupaten Tanah Datar, Edial Yuspita menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas kepedulian PGRI Kabupaten Sijunjung terhadap anggotanya. Ia menyebut, “Melihat perhatian dan solidaritas rekan-rekan dari PGRI Sijunjung membuat hati kami terenyuh. Ini adalah teladan bagi kita semua dalam membangun kepedulian antaranggota PGRI.”
Edial Yuspita menambahkan bahwa kepedulian seperti ini harus terus ditularkan, tidak hanya di saat terjadi musibah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga semangat kebersamaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota PGRI di Tanah Datar maupun daerah lain, bahwa kita harus saling membantu dan memperkuat solidaritas antaranggota,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edial menekankan pentingnya peran organisasi dalam membina anggota tidak hanya sebagai profesional guru, tetapi juga sebagai warga yang peduli terhadap sesama.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat rasa persaudaraan dan mendorong anggota untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. (Mdtk)