285 Mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang Belajar Pemahaman Adat Dan Budaya Di Kantor LKAAM Tanah Datar

285 Mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang Belajar Pemahaman Adat Dan Budaya Di Kantor LKAAM Tanah Datar

Tanah Datar, Sebanyak 285 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD FKIP dan Program Studi Manajemen MNJ FEB Universitas Bung Hatta Padang kunjungi LKAAM Tanah Datar Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap budaya Minangkabau dan nilai-nilai adat yang ada di Sumatera Barat.

Kunjungan itu dipimpin oleh Ketua Prodi Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar PGSD FKIP Dr Wirnita Eska didampingi Dosen pendamping Dr. Erlina, M.Pd.1 Dra. Darwianis, M.H. Eni Desfitri, M.Pd. Rita Anggraini, S.T., M.T. Dr. Erwinsyah Satria, M.Si, M.Pd. Dr. Ineng Naini, M.Pd.

Kedatangan rombongan Mahasiswa disambut Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar bersama pengurus LKAAM dan nara sumber Mustafa akmal Datuk Sidi Ali SH MH, Dra Hj Rusyida rusli dan Tuan gadih Dra Puti Reno Revita dan

Sebelum dilakukan pembekalan kepada mahasiswa juga diperlihatkan pasambahan waktu mulai makan yang disampaikan dua  pengurus LKAAM Tanah Datar yang disampaikan Datuk S Datuk Kayo dengan E.M Datuk Sinaro Basa

Koordinator rombongan kuliah lapangan mahasiswa UBH Padang Wirnita Eska menyampaikan terima kasih atas sambutan dari  LKAAM Tanah Datsr yang  telah menerima kedatangan rombongan mereka Mahasiswa dengan jumlah yang cukup banyak dan kedatangan kami untuk menambah wawasan bagi mahasiswa mengenai adat dan budaya minangkabau sehingga melalui pemahaman itu sebagai calon Guru tentu mereka akan bisa memberikan nanti kepada anak didiknya.

Sedangkan bagi mahasiswa ekonomi dengan materi menyebutkan prinsip orang Minang dalam berdagang tentu juga akan jadi modal bagi mereka mengenal dan memahami prinsip orang minang dalam berdagang . bisnis dan pendidikan

“Nanti para mahasiswa kita tugasi membuat laporan tertulis oleh masing-masing individu,” karena sebagai calon guru tentu juga perlu memahami tentang adat dan budaya minangkabau dan pemahaman inilah yang diajarkan nanti kepada murid muridnya seperti masalah yang sederhana saja tentang cara makan secara adat bajamba diminangkabau dan tata pola makan bajamba itu diatur dengan tatanan adat melalui pidato adat dan laporan ini mereka minta dividiokan melalui youtub

Ketua LKAAM Tanah Datar H. AResno, S.Ag. Dt.Andomo dan juga selaku Nara Sumber menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Mahasiswa Bung Hatta ke Kantor LKAAM apalagi kunjungan itu dimaksudkan untuk menambah wawasan dari mahasiswa tentang adat dan budaya minangkabau

Tidak itu saja generasi muda harus diberi bekal pendidikan agama, adat dan budaya, agar mereka tidak salah dalam melangkah.

Karena kegiatan ini saya nilai sangat perlu guna memberikan bekal ilmu dan pengetahuan bagi para pemuda harapan bangsa terutama ilmu pengetahuan dibidang adat Minangkabau yang tidak bisa diperoleh di jenjang pendidikan formal secara maksimal,”

Selain itu juga bisa dijadikan ajang untuk melestarikan adat dan budaya Minangkabau di kalangan mahasiswa sehingga adat dan budaya kita tetap lestari dari generasi ke generasi.

Sementara nara sumber lainnya  Dra. Puti Reno Revita, Dra Hj Rusyida Rusli dan Mustafa Akmal, M.H., Dt, Sidi Ali memaparkan tentang nilat nilai adat dan perlunya kita melestarikan.nilai. Nilai-Nilai Budaya Minangkabau Dalam Pendidikan di Sekolah apalagi sebagian mahasiswa dan merupakan calon guru nanti akan selalu berhadapan dengan anak anak murid

Karena itu nilai nilai adat dan budaya ini perlu ditanamkan kepada mereka apalagi ditengah pengaruh kuat arus globalisasi sekarang sehingga dengan nilai nilai yang miliki itu yang akan mampu membentengi Dirinya  dari Pengaruh global tersebut

“Tidak kita pungkiri bahwa akibat perkembangan teknologi informasi dan pengaruh globalisasi, telah terjadi penurunan terhadap pemahaman beragama, adat dan budaya dalam kehidupan masyarakat di Minangkabau umumnya dan sumbar  khususnya,”

“Hal ini terindikasi dengan memudarnya keimanan, ketaqwaan dan akhlak masyarakat sebagai ciri-ciri sumber daya yang berkualitas, yang berimplementasi terhadap maraknya perbuatan asusila, pelanggan terhadap norma agama, adat dan pelanggan hukum positif di tengah-tengah masyarakat (mdtk)