Warga Perumahan Arai Pinang 1, Lima Kaum, Rasakan Suasana Ka’bah di Sungai Duo, Dharmasraya”

Warga Perumahan Arai Pinang 1, Lima Kaum, Rasakan Suasana Ka’bah di Sungai Duo, Dharmasraya”

Keluarga Perumahan Arai Pinang 1 Ikuti Wisata Religi dan Dakwah ke Masjid Muhammad Sungai Duo
Dharmasraya — Keluarga besar Perumahan Arai Pinang 1, Kubu Rajo, Nagari Lima Kaum melaksanakan kegiatan wisata religi dan dakwah ke Masjid Muhammad yang berada di Simpang Tugu, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Rombongan, Astina Edison, berangkat pada pukul 06.15 WIB dari perumahan dan menempuh perjalanan melalui Kota Sawahlunto, menggunakan satu mobil pariwisata milik KWA Tour dan satu unit mobil Hiace milik Koperasi UIN Batusangkar, dan sampai di Masjid Muhammad pada pukul 12.10 WIB.

Masjid Muhammad yang berdiri di tengah perkebunan sawit dan permukiman warga ini memiliki keunikan arsitektur menyerupai Ka’bah.

Bangunan masjid berdiri di atas lahan seluas 15 x 15 meter dengan tinggi sekitar 9 meter, serta dihiasi ornamen kaligrafi pada bagian luar, sehingga menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata religi dan dakwah.

Ketua Masjid Muhammad, Heri Saputra, menjelaskan bahwa pembangunan masjid berkonsep Ka’bah tersebut berawal dari ide salah seorang perantau Nagari Sungai Duo dan mulai dibangun pada tahun 2021 dengan dukungan masyarakat dan tokoh nagari.

Masjid ini dirancang sebagai sarana ibadah, edukasi, serta pusat wisata dakwah.
Dalam kegiatan wisata religi tersebut, rombongan melaksanakan salat berjamaah, doa bersama serta dilanjutkan makan bersama dimuka pelataran kakbah

Ketua Rombongan, Astina Edison, menyampaikan kesan positif atas kunjungan tersebut. “Kami merasa sangat terkesan dan bersyukur dapat berkunjung ke Masjid Muhammad ini.

Selain arsitekturnya yang unik menyerupai Ka’bah, suasana religiusnya juga sangat terasa dan menambah keimanan kami,” ujar Helina Edison.

Sementara itu, salah seorang warga Perumahan Arai Pinang 1 Kubu Rajo  Prof. Dr. Suswati, yang juga Guru Besar UIN Batusangkar, menilai Masjid Muhammad sebagai bentuk dakwah yang kreatif dan edukatif.

“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sarana dakwah yang efektif. Desainnya mengingatkan umat pada Baitullah dan sangat potensial dijadikan media pembelajaran agama, terutama bagi generasi muda,” ungkap Prof. Dr. Suswati.

Prof. Dr. Suswati berharap Masjid Muhammad dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan keislaman yang berkelanjutan. Menurutnya, pengelola masjid dapat mengembangkan program kajian rutin, pendidikan Al-Qur’an, serta pelatihan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, ia juga berharap masjid ini dapat menjadi destinasi wisata religi yang tidak hanya menarik secara fisik, tetapi juga memberikan dampak spiritual dan intelektual bagi para pengunjung.

Dengan konsep wisata dakwah yang terarah, masjid ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan umat terhadap masjid serta memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tokoh masyarakat Tanah Datar yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Istiqamah Editiwarman Datuk Pado Sati  menyampaikan apresiasinya atas berdirinya Masjid Muhammad.

Menurutnya, keberadaan masjid ini menjadi contoh kreatif dalam dakwah sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat luas.

Ia juga berharap wilayah Tanah Datar bisa meniru hal tersebut dengan membangun masjid yang dapat dijadikan destinasi wisata religi bagi masyarakat dan pengunjung.

“Kami melihat Masjid Muhammad bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ikon pendidikan dan wisata religi. Semoga ke depan, masyarakat Tanah Datar termotivasi untuk menciptakan masjid serupa yang dapat mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan wisata religi di daerah kami,” ujar tokoh masyarakat tersebut. (Mdtk)