WALI KOTA SAWAHLUNTO BERTERIMA KASIH ATAS ASPRESIASI SUKSESNYA FINAL SERI  I KEJURNAS PORDASI KE -57

WALI KOTA SAWAHLUNTO BERTERIMA KASIH ATAS ASPRESIASI SUKSESNYA FINAL SERI I KEJURNAS PORDASI KE -57

SAWAHLUNTO,–Sawahlunto sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seri I Kejuaraan Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Kejurnas Pordasi ke 57 tahun 2023

Apresiasi atau pujian untuk gelanggang pacuan kuda Kandi disampaikan oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Triwatty Marciano, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, juga panitia dan insan-insan pencinta pacu kuda yang datang dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, yang juga Ketua Umum Pengprov Pordasi Sumbar, menyampaikan terima kasih atas apresiasi/pujian dari banyak pihak untuk gelanggang pacuan kuda Kandi Sawahlunto tersebut.

“Alhamdulillah, gelanggang pacuan kuda yang unik dan penuh sejarah ini berhasil memberikan penyelenggaraan pacuan yang baik dan lancar. Tentu ini bisa terjadi dengan kerjasama dan dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat Sawahlunto,”

Sebelumnya gelanggang pacuan kuda Kandi mulai digunakan sebagai tuan rumah pacuan kuda tingkat nasional pada Tahun 2006, 2010 dan 2019.

“Gelanggang pacuan Kandi ini memiliki keunikan yakni karena sejarahnya yang berasal dari lahan reklamasi tambang batu bara,”  gelanggang tersebut mempunyai venue bertaraf nasional dengan luas lahan 39 hektare.

Kemudian didukung panjang trek lintasan sepanjang 1.400 meter, lebar 20 meter, ditambah fasilitas kandang kuda sebanyak 150 kandang. “Dalam satu kali race, gelanggang Kandi ini bisa menampung sampai 12 ekor kuda,” ujar Wali Kota Deri.

Menurut Wali Kota Deri, menjadi tuan rumah Kejurnas Pordasi ke-57 Seri I ini memberikan banyak manfaat pada Sawahlunto, termasuk pada masyatakat sekitar yakni secara langsung dan tidak langsung menumbuhkan perekonomian.

“Sejak babak penyisihan lalu, diikuti sebanyak sembilan provinsi. Kemudian pada babak final ini  manfaatnya bagi masyarakat didapat melalui transaksi jasa trasnportasi, akomodasi dan UMKM,” (ML)