Wali Kota Padang Buka Lomba Pengolahan Pangan Lokal

Wali Kota Padang Buka Lomba Pengolahan Pangan Lokal

Padang—Wali Kota Padang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Guswardi buka   Lomba Pengolahan Pangan Lokal Tingkat Kota Padang di Palanta, Rumah Dinas Wali Kota Padang,

Pembukaan lomba tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Padang Ny Genny Hendri Septa, Ketua GOW Kota Padang Ny Arie Ekos Albar, Camat se-Kota Padang, Tim Juri Lomba Pengolahan Pangan Lokal, serta Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Padang. (Wahyu / Charlie)

Wali Kota Padang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Guswardi menyebut, ketahanan pangan merupakan kondisi di mana terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup.

“Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional terhadap masyarakat Kota Padang tahun 2022, ternyata keberagaman konsumsi masyarakat dengan indikator skor Pola Pangan Harapan (PPH) menunjukan skor mutu pangan penduduk Kota Padang mencapai angka 88,1 persen. Kualitas konsumsi pangan masyarakat sudah cukup baik,”

Konsumsi energi rata-rata penduduk mencapai 2.009 kka/kapita/hari dengan persentase Angka Kecukupan Energi (AKE) 95.7 persen dari total kebutuhan energi penduduk. Secara kualitas, AKE masih rendah pada kelompok pangan umbi-umbian 35 kkal/kapita/hari dengan persentase AKE 1,7 persen. Kacang-kacangan 46 kkal/kapita/hari dengan persentase AKE 2,2 persen. Sayur dan buah 112 kkal/kapita/hari dengan persentase AKE 5,3 persen.

“Melalui acara Lomba Pengolahan Pangan Lokal ini, kami mengimbau kepada seluruh maysrakat Kota Padang untuk mengkonsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman berbasis sumber daya lokal. Hal ini juga sebagai upaya peningkatan status gizi masyarakat guna menurunkan angka stunting di Kota Padang,”

Dalam melakukan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2P), tambah Guswardi, dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan perkarangan dan lahan terlantar yang tersedia. Selain dapat menyediakan makanan yang bergizi untuk keluarga, lahan perkarangan juga dapat menjadi lumbung hidup di sekitar, menghasilkan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“P2P melalui konsumsi pangan yang Beragam Gizi Seimbang dan AMAN (B2SA) sangat penting untuk dilaksanakan. Karena dengan mengonsumsi pangan yang B2SA, maka kualitas konsumsi pangan kita dapat ditingkatkan. Dengan hal tersebut, diharapkan dapat menciptakan generasi muda Kota Padang yang tangguh dan mempunyai SDM yang berkualitas,” tuturnya.

Kadis DPP Alfiadi menyampaikan, Lomba Pengolahan Pangan Lokal Tingkat Kota Padang Tahun 2023 memiliki tujuan untuk menciptakan keberagaman olahan pangan dari bahan lokal yang ada. Sebab, olahan pangan masyarakat Kota Padang masih tergantung pada beras.

“Dengan adanya lomba ini akan memberikan gairah baru untuk masyarakat dalam menciptakan olahan dari bahan lokal. Apakah itu kudapan dari umbi-umbian, bengkuang, dan lain-lain sebagai pengganti dari nasi itu sendiri. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan untuk masyarakat,”

Dari 11 kecamatan yang hadir. Baik itu dessert dari buah bengkuang, sukun, mangga, pisang, dan sebagainya. Pangan lokal dari umbi-umbian seperti ubi ungu, ubi kayu, dan sebagainya yang dimodifikasi semenarik mungkin.(tafa)