“Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang Mentawai, cukup hadir saja dalam acara FPM. Semua tersaji disini secara lengkap dan utuh, ini adalah etalase bumi sikerei,”
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor menurunnya minat wisatawan dan event event yang harusnya terlaksana, maka dari itu pasca Covid-19, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten mendorong untuk menggencarkan promosi daerah secara masif sebagai salah satu solusinya, Wagub juga menegaskan Mentawai tidak hanya dikenal akan keindahan pantainya tetapi ada budaya dan seni yang bisa dikembangkan.
“Mentawai itu tidak hanya pantai, tapi juga ada budaya dan seni tradisi yang otentik. Namun banyak yang tidak mengetahuinya. Itulah tugas kita saat ini, bagaimana itu bisa diketahui masyarakat luas, tujuannya agar setelah itu mereka menjadi tertarik untuk datang,”
Penjabat Bupati Kepulauan Mentawai, Fernando Jongguran Simanjuntak mengatakan penyelenggaraan FPM bertujuan untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi Mentawai ke-24 dan menjadi ajang pendongkrak minat wisatawan nasional dan internasional dalam mengekspos Bumi Sikerei ini
Penyelenggaraan FPM 2023 ini sebagai bentuk bahwa kekayaan Mentawai tidak hanya pantai, tapi banyak potensi lainnya. Namun, saat ini memang belum banyak diketahui masyarakat luas.
Acara yang berlansung selama empat hari itu, melibatkan ratusan pelaku UMKM lokal, Adapun untuk pembiayaan acara, Fernando menyebut pihaknya dibantu oleh Pemprov Sumbar melalui Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar sebesar Rp500 juta.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk Kabupaten Kepualauan Mentawai. Semoga upaya kita bersama ini, dapat mempercepat daerah ini menjadi lebih sejahtera, lebih mandiri dan lebih mendunia, (tafa)