Tradisi Alek Pacu Jawi Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab  Semarak, Jadi Daya Tarik Wisata Mancanegara

Tradisi Alek Pacu Jawi Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab Semarak, Jadi Daya Tarik Wisata Mancanegara

Tanahdatar,—Sekitar 250 ekor sapi (jawi) turut ambil bagian dalam Alek Pacu Jawi yang digelar di Sawah Gaung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab.

Kegiatan tradisional khas Minangkabau ini berlangsung meriah dan disaksikan oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Alek Pacu Jawi secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, In Hendri Abbas dan juga   dihadiri oleh Ketua Porwil Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo, Camat Sungai Tarab, unsur Forkopimda, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Laweh B Dt Tan Gadang, Wali Nagari, serta tokoh masyarakat Nagari Padang Laweh bersama para perantau yang pulang kampung untuk menyaksikan tradisi tersebut.

Ketua panitia pelaksana ilham menyampaikan bahwa kegiatan Pacu Jawi turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Menurutnya, selama pelaksanaan acara, banyak pedagang kecil dan pelaku usaha lokal yang merasakan peningkatan pendapatan dari penjualan makanan, minuman, serta berbagai produk lainnya.

Kegiatan Pacu Jawi ini dilaksanakan setiap hari Sabtu selama empat kali pelaksanaan (empat minggu berturut-turut), sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Laweh, B Dt Tan Gadang,  menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Alek Pacu Jawi.

Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga oleh generasi penerus. Dan mengakui.
peran ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sangat penting dalam membimbing generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Menurutnya, Alek Pacu Jawi bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi anak kemenakan di Nagari Padang Laweh.

Ketua Porwil Tanah Datar, Aresno Datuk Andomo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Alek Pacu Jawi.

Ia mengapresiasi kerja sama panitia, masyarakat, serta perantau yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Alek Pacu Jawi bukan sekadar ajang hiburan, tetapi merupakan sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat peran perantau dalam mendukung pembangunan nagari.

Menurutnya, kekompakan antara masyarakat di kampung halaman dan perantau menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, In Hendri Abbas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Alek Pacu Jawi yang tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Ia berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Tanah Datar.

Alek Pacu Jawi sendiri merupakan tradisi Alek Nagari yang hanya terdapat di empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Meski demikian, gaungnya telah dikenal hingga tingkat nasional, bahkan menjadi salah satu agenda kunjungan wisata bagi turis mancanegara yang ingin menyaksikan langsung keunikan budaya Minangkabau.

Sebagaimana tradisinya, Alek Pacu Jawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat setelah musim panen. Para joki memacu sepasang sapi di lintasan sawah berlumpur, menghadirkan tontonan yang unik dan menarik

Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Berbagai pedagang memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan dagangan mereka, mulai dari kuliner hingga produk kerajinan.

Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap Alek Pacu Jawi terus menjadi agenda budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau. (Mdtk)