Selamat Jalan Ustadz H. Afrizon, Jejak Dakwah dan Pengabdian yang Tak Akan Hilang”

Selamat Jalan Ustadz H. Afrizon, Jejak Dakwah dan Pengabdian yang Tak Akan Hilang”

TANAH DATAR — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti Tanah Datar. Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 18.15 WIB, H. Afrizon, S.Ag., M.Pd., mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum M. Ali Hanafiah Batusangkar.

Di usia 54 tahun, perjalanan hidup dan pengabdian almarhum harus terhenti. Ia meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, serta duka mendalam bagi keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sahabat, kader Muhammadiyah dan masyarakat yang mengenalnya.

Kepergian itu terasa begitu cepat.

Sosok yang selama ini dikenal ramah, santun, mudah bergaul dan dekat dengan berbagai kalangan, kini hanya tinggal kenangan. Tidak ada lagi sapaan, senyum maupun perbincangan hangat yang selama ini begitu akrab bagi orang-orang di sekelilingnya.

Birokrat, Ustadz dan Tokoh Muhammadiyah

H. Afrizon bukan hanya seorang aparatur sipil negara. Di tengah masyarakat, namanya juga dikenal sebagai ustadz dan tokoh Muhammadiyah.

Almarhum merupakan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar periode 2022–2027. Dalam amanah tersebut, ia turut mengambil bagian dalam menggerakkan dakwah, pembinaan kader dan berbagai kegiatan keumatan di lingkungan Muhammadiyah Tanah Datar.

Kiprahnya di Muhammadiyah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian almarhum. Ia tidak hanya bekerja di lingkungan pemerintahan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui dakwah dan kegiatan keagamaan.

Sosoknya seolah memiliki dua ruang pengabdian: pemerintahan dan umat.

Di pemerintahan, almarhum dipercaya sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar. Di bidang keagamaan, ia aktif sebagai ustadz dan juga sekretaris MUI Tanah Datar sekaligus mengemban amanah sebagai pimpinan Muhammadiyah.

Keduanya dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Afrizon masih tercatat aktif sebagai Wakil Ketua PDM Tanah Datar dan tampil dalam kegiatan pelatihan serta sertifikasi muballigh Muhammadiyah. Dalam kegiatan tersebut ia menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas muballigh dan penguatan dakwah Muhammadiyah.

Perhatian almarhum terhadap kehidupan keagamaan juga terlihat dari kepeduliannya terhadap upaya melahirkan generasi Qurani di Luhak Nan Tuo. Ia ikut menggerakkan dan mendukung program Satu Rumah Satu Hafizh, sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Tanah Datar.

Kini, sosok yang selama ini ikut menyuarakan kebaikan itu telah pergi.Namun, jejak dakwah dan pengabdiannya masih tertinggal di tengah masyarakat.

Kehilangan yang Dirasakan Banyak Kalangan

Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, H. Afrizon merupakan seorang ASN yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi.

Di penghujung masa pengabdiannya, amanah sebagai Kepala Bagian Kesra Setda Tanah Datar dijalankan dengan kesungguhan. Ia berupaya memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat.

Bupati Tanah Datar melalui Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi., menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum.

“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara dan sahabat kita, H. Afrizon, S.Ag., M.Pd.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.

Ahmad Fadly mengatakan, almarhum merupakan sosok baik, pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah.

“Almarhum adalah pribadi yang baik, pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah. Beliau juga memiliki perhatian besar terhadap kehidupan keagamaan dan pembinaan generasi Qurani di Tanah Datar. Tentu kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi kita semua,” tambahnya.

Ketua PDM Tanah Datar, Dr. Irman, juga mengaku sangat kehilangan atas berpulangnya H. Afrizon. Menurutnya, sosok almarhum memiliki peran besar dalam memajukan Muhammadiyah, termasuk dalam penguatan dakwah dan pembinaan muballigh Muhammadiyah.

“Beliau adalah sosok yang sangat kami kehilangan. Peran beliau sangat besar dalam memajukan Muhammadiyah. Dedikasi dan pengabdian beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya.

Bagi Muhammadiyah Tanah Datar, kepergian H. Afrizon bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan seorang kader yang selama ini aktif mengambil bagian dalam perjuangan dakwah dan pembinaan umat.

Pulang, Meninggalkan Kenangan

Kesedihan paling dalam tentu dirasakan keluarga.

Anak sulung almarhum, Fikran, mewakili ahli waris menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar beserta jajaran pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah membantu serta memberikan perhatian kepada keluarga hingga proses pemakaman selesai.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup ayahandanya terdapat kesalahan dan kekhilafan.

“Atas nama keluarga, kami memohon maaf apabila selama bergaul ayahanda memiliki kesalahan dan kekhilafan. Kami juga telah terlebih dahulu memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan kepada ayahanda,” tuturnya.

Setelah disalatkan dan didoakan, almarhum kemudian dimakamkan di pandam perkuburan keluarga di Nagari Sungayang, Kecamatan Sungayang.

Tanah Datar hari itu melepas seorang pengabdi.

Keluarga melepas seorang ayah dan suami.

Muhammadiyah kehilangan seorang kader dan penggerak.

Masyarakat kehilangan seorang ustadz.

Dan rekan-rekan kerja kehilangan seorang sahabat yang selama ini dikenal santun dan mudah bergaul.

Pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada-Nya. Yang tersisa bukan lagi jabatan, pangkat ataupun kedudukan, melainkan amal dan kebaikan yang pernah ditanam semasa hidup.

H. Afrizon telah menyelesaikan perjalanan dunianya.

Semoga segala pengabdian, dakwah, ilmu dan kebaikan yang pernah diberikannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Selamat jalan, Ustadz H. Afrizon.

Langkahmu telah berhenti, tetapi jejak pengabdian dan dakwahmu semoga tetap hidup di hati orang-orang yang pernah mengenalmu.(Mdtk)