JAKARTA, — Ratusan jemaah ikuti Kajian Islam Dhuha Babussalam dan Dzikir Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu diikuti dengan penuh khidmat dan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan shalat sunnah Tahiyatul Masjid, dilanjutkan dengan shalat Dhuha dan shalat Tasbih yang diikuti para jemaah dengan penuh kekhusyukan.
Setelah itu, seluruh peserta mengikuti dzikir bersama yang dipimpin oleh ustaz melalui pembacaan Sayyidul Istighfar, shalawat, serta doa bersama.
Suasana religius terasa menyelimuti masjid saat para jemaah larut dalam zikir dan munajat kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memperbaiki diri dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Ketua Panitia, Gina Adriana Sanova, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, zikir, dan menuntut ilmu agama.
Gina Adriana Sanova turut menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kang Abu Marlo yang telah memberikan tausiah yang menyejukkan dan penuh makna. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan semangat Tahun Baru Islam, terutama dalam mengajak umat untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebajikan, dan menjadikan hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Gina Adriana Sanova berharap Kajian Islam Dhuha Babussalam dan Dzikir Bersama dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan umat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman agama, memperkuat ketakwaan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih berkah di tahun Hijriah yang baru.
Dalam kajian Islam yang mengangkat tema “Taqwa”, penceramah Kang Abu Marlo mengajak jemaah untuk menjadikan ketakwaan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam akhlak, kejujuran, kepedulian sosial, serta ketaatan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kang Abu Marlo menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum untuk memperbarui kualitas keimanan dan ketakwaan. Semangat hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan meninggalkan dosa dan kemaksiatan, serta memperbanyak amal saleh dan kebajikan.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menanamkan ritual ibadah yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperbanyak shalat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amalan kebaikan lainnya.
Menurutnya, ritual ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan melahirkan perubahan sikap dan akhlak yang lebih baik, sehingga hijrah tidak hanya bermakna perpindahan fisik, tetapi juga perubahan spiritual dan moral menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah SWT.
Drs Asri Hadi MA yang juga tokoh perantau dari Sumbar yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menghadirkan ratusan jemaah untuk bersama-sama melaksanakan ibadah, dzikir, dan menuntut ilmu agama.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas keimanan umat, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik (mdtk)