Prosesi Pembukaan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval Berlangsung Meriah

Sawahlunto,—Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Raden Kurleni Ukar menyampaikan apresiasinya  terhadap penyelenggaraan SISSCa yang dinilai berperan besar meningkatkan brand ekonomi kreatif Sawahlunto.

Hal itu disampaikan Raden Kurleni Ukar  waktu membuka  Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) untuk promosi songket dan memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). karnaval songket dilaksanakan pada Sabtu malam

Menurutnya Sawahlunto sudah diakui UNESCO sebagai kota warisan dunia. Keberadaan iven ekonomi kreatif seperti SISSCa ini merupakan salah satu tindak lanjut bagaimana memberdayakan momentum tersebut agar daya tarik wisatawan dan daya beli UMK meningkat,” kata Raden Kurleni.

Kemenparekraf menurut Raden Kurleni terus memonitor dan mengevaluasi penyelenggaraan SISSCa sebab pihaknya telah mendukung pelaksanaan tersebut dalam Kharisma Event Nusantara.

“Kita perhatikan SISSCa dijalankan dengan baik sehingga masih dipilih masuk dalam Kharisma Event. Tapi tentu tahun depan harus ada inovasinya agar pengunjung kembali penasaran dan tertarik datang ke Sawahlunto,” kata Raden Kurleni.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan dari evaluasi penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya dinilai SISSCa dinilai berdampak langsung dan tidak langsung mengenalkan Songket Silungkang ke tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan penyelenggaran SISSCa, songket Silungkang ini menjadi semakin banyak diposting di media sosial maupun media massa, sehingga banyak orang dari luar yang mulai penasaran apa itu Songket Silungkang.

Apalagi sejak 2021 kemaren itu SISSCa masuk dalam Kharisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sehingga semakin bertambah gaung songket Silungkang di tingkat nasional,” kata Wali Kota Deri Asta.

Wali Kota Deri Asta, songket Silungkang merupakan kekayaan sejarah dan budaya asli dari Silungkang Kota Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dan mendapat indikasi geografis atau diakui sebagai hak kekayaan intelektual.

“Agar songket Silungkang ini lestari dan dampak ekonominya pada masyarakat bertambah, maka Pemko melakukan berbagai upaya, termasuk melalui iven SISSCa sekarang,”

Penyelenggaraan SISSCa pertama kali dimulai pada 2015 dan kemudian menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Wali Kota Deri menyebut dari pengalaman penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya terjadi perputaran pendapatan yang cukup meningkat signifikan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sawahlunto pada saat penyelenggaraan iven SISSCa.

“Dengan ribuan orang yang terlibat pada penyelenggaraan SISSCa yakni dari panitia, peserta dan penonton, itu berdampak meningkatkan daya beli pada UMKM. Sehingga upaya kita memberdayakan UMKM untuk meningkatkan ekonomi itu bisa dicapai,” kata Wali Kota Deri Asta.

SISSCa Tahun 2023 digelar dengan sejumlah rangkaian acara, antara lain karnaval songket, nagari sarampak batanun, pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM, lomba melukis payuang kote sampai malam hiburan yang mendatangkan finalis ajang pencarian bakat IGT 2023 yaitu Darak Badarak.(ML)