Prodi Ilmu Hadis UIN Bukittinggi Raih akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)

Prodi Ilmu Hadis UIN Bukittinggi Raih akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)

BUKITTINGGI, – Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi  meraih akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 8674/SK/BAN-PT/Ak/XII/2025 yang terbit pekan ini.

Dekan FUAD UIN Sjech M. Djamil Djambek, Prof. Dr. Syafwan Rozi, menyebut capaian ini sebagai hasil dari soliditas tim yang luar biasa. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran Rektorat, tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), hingga tenaga kependidikan dan petugas operasional yang bahu-membahu selama proses asesmen.

“Alhamdulillah, ini adalah bukti bahwa usaha dan dedikasi dalam menghidupkan ilmu-ilmu keislaman, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, akan membuahkan hasil yang diberkahi,” ujar Syafwan, Rabu (17/12)

Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Dr. Yulia Rahmi, M.Ag., menyatakan bahwa predikat Unggul ini bukan sekadar label administratif, melainkan pengakuan atas standar mutu pendidikan yang dijalankan. Menurutnya, proses panjang pembenahan kurikulum dan peningkatan kompetensi dosen menjadi kunci utama.
“Predikat Unggul ini adalah amanah berat sekaligus motivasi.

Kami berkomitmen memastikan bahwa kualitas lulusan Ilmu Hadis UIN Bukittinggi memiliki daya saing tinggi, baik di kancah nasional maupun global, serta relevan dengan kebutuhan umat,” kata Yulia.

Sementara itu, Sekretaris Prodi Ilmu Hadis, Ilham Mustafa, MA., menyoroti arah pengembangan prodi pasca-akreditasi. Ia menekankan pentingnya integrasi keilmuan hadis dengan perkembangan teknologi informasi.

“Tantangan ke depan bukan hanya soal penguasaan teks klasik atau turats, tetapi bagaimana mengontekstualisasikannya di era digital. Dengan status akreditasi Unggul ini, kami semakin percaya diri untuk mencetak sarjana yang adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuannya,” ujar Ilham.

Pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi untuk terus meningkatkan layanan akademik dan memperluas kontribusi dalam kajian Islam di Indonesia.(mdtk)