TANAH DATAR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Perguruan Silat Taduang Bangkeh, Kecamatan Batipuh
Turun dengan delapan atlet pada ajang Open Satria Haidar Indonesia Championship di Matur, Kabupaten Agam, perguruan yang bermarkas di Sasana Jorong Ladang Laweh tersebut berhasil membawa pulang delapan medali, terdiri dari empat emas dan empat perak.
Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari, 27 hingga 30 Agustus 2026, itu menjadi ajang pembuktian hasil latihan para pesilat muda Taduang Bangkeh yang selama ini menjalani pembinaan secara disiplin dan berkelanjutan.
Empat medali emas berhasil dipersembahkan atlet kategori remaja. Masing-masing diraih Novim Baihaki dari BMTI Tanjung Barulak, Gilang Prima Mayora (Eks Pelajar), Wahyuni Fransisca dari SMA 4 Sumbar, serta Arrisyda Hikma Yani dari SD Batang Gadis.
Sementara empat medali perak diraih Arel Pria Dinata dari SMK 1 Batipuh, Kalila dari SMA 1 Batipuh, Ghina Zahrani Azka dari SMK 1 Padang Panjang, dan Muhamad Alfaris dari SMA 2 Padang Panjang.
Raihan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Perguruan Silat Taduang Bangkeh. Berawal dari sasana yang berada di Jorong Ladang Laweh, Kecamatan Batipuh, para atlet muda ditempa melalui latihan rutin, disiplin, serta pembinaan berkelanjutan hingga mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan.
Keberhasilan menyabet delapan medali di Open Satria Haidar Indonesia Championship sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di tingkat sasana mampu melahirkan pesilat-pesilat muda berprestasi. Prestasi itu juga menunjukkan bahwa atlet dari Jorong Ladang Laweh mampu bersaing dalam kejuaraan terbuka dan membawa nama baik Kecamatan Batipuh serta Kabupaten Tanah Datar.
Ketua Perguruan Silat Taduang Bangkeh, Khairul Azmi, didampingi pelatih Ilham M. Dhani, mengaku bangga atas perjuangan para atlet yang telah menjalani latihan dengan tekun dan disiplin.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak Perguruan Silat Taduang Bangkeh. Mereka terus berlatih dengan sungguh-sungguh, dan prestasi yang diraih pada kejuaraan ini menjadi bukti dari hasil latihan yang selama ini mereka jalani,” ujar Khairul Azmi.
Menurutnya, capaian delapan medali tersebut menjadi motivasi bagi perguruan untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas atlet.
“Prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan. Kami berharap anak-anak tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih, tetapi terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya.
Rasa bangga juga disampaikan Dewan Pembina Perguruan Silat Taduang Bangkeh Batipuh, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH., MH. Ia mengapresiasi kerja keras dan semangat para atlet yang telah berjuang membawa nama perguruan dalam ajang Open Satria Haidar Indonesia Championship.
Menurutnya, raihan empat medali emas dan empat medali perak merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan dan latihan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan atlet berprestasi.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pesilat untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga semangat berlatih, dan tidak berhenti mengejar prestasi.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berkembang dan juga menginspirasi generasi muda lainnya untuk menekuni olahraga pencak silat,” harapnya.
Raihan delapan medali di Open Satria Haidar Indonesia Championship diharapkan menjadi langkah positif bagi Perguruan Silat Taduang Bangkeh untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus mengharumkan nama Jorong Ladang Laweh, Kecamatan Batipuh, dan Kabupaten Tanah Datar di berbagai ajang kejuaraan pencak silat.