Perantau Dan Masyarakat Kampung Bersatu Berikan Bonus Kepada Kafilah MTQ Nagari  Labuah

Perantau Dan Masyarakat Kampung Bersatu Berikan Bonus Kepada Kafilah MTQ Nagari Labuah

Tanahdatar,—Wali Nagari Labuah, Wahyu Diasri, S.Pd.I., memberikan bonus kepada para peserta kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Lima Kaum yang berhasil meraih juara.

Bonus ini berasal dari perantau dan masyarakat kampung sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih para peserta dalam MTQ tersebut.

Penyerahan bonus ini  dihadiri Ketua  Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Yasni Hari, wakil Kerapatan Adat Nagari (KAN) EM. Datuk Sinaro Basa, Sekretaris Nagari Satri Rahmadi , perangkat nagari, Kepala Jorong se-Nagari Labuh, staf nagari, Ketua Lembaga Unsur Alim Ulama, Ketua Pondok Al-Qur’an Nagari Labuh, Ketua TP-PKK, serta wali santri dan seluruh anggota kafilah MTQ.

Sedangkan Bonus yang diserahkan Untuk juara I, terdapat 2 orang yang masing-masing menerima bonus sebesar Rp 1.000.000, sehingga total yang diserahkan mencapai Rp 2.000.000. Sementara itu, juara II berjumlah 5 orang yang masing-masing memperoleh Rp 600.000 dengan total Rp 3.000.000.

Sedangkan juara III yang juga berjumlah 5 orang mendapatkan Rp 400.000 per orang dengan total Rp 2.000.000.

Selain para peserta, Pemerintah Nagari juga memberikan apresiasi kepada pelatih dan asisten pelatih yang berperan penting dalam membina dan melatih kafilah MTQ. Tiga pelatih utama masing-masing menerima Rp 250.000 dengan total Rp 750.000, sementara empat asisten pelatih masing-masing memperoleh Rp 200.000, sehingga totalnya mencapai Rp 800.000.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh peserta inti dan cadangan yang turut memperkuat kafilah, panitia juga menyalurkan bonus secara merata kepada 10 peserta inti dan 1 peserta cadangan. Masing-masing peserta menerima Rp 200.000, sehingga total keseluruhan mencapai Rp 2.200.000.

Seluruh dana yang digunakan dalam kegiatan ini bersumber dari hasil penggalangan donasi masyarakat Nagari Labuh, baik yang berada di ranah maupun di perantauan. Penggalangan dana dilakukan oleh panitia sejak tanggal 8 hingga 15 Oktober 2025, dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 11.275.000. Dana tersebut kemudian disalurkan sepenuhnya untuk apresiasi kepada kafilah dan kebutuhan kegiatan pembubaran.

Wali Nagari Labuah, Wahyu Diasri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pemberian bonus ini bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh kafilah MTQ untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi mereka. “Kami ingin para peserta merasa dihargai atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Semangat dan prestasi mereka adalah cerminan kebanggaan Nagari Labuah, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan prestasi ini tahun ke depan lebih meningkat dan bisa meraih juara umum nantinya,”

Wali Nagari Labuah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong. “InsyaAllah dengan kebersamaan antara masyarakat ranah dan perantauan, Nagari Labuh akan terus menjadi nagari yang berprestasi, religius, dan diberkahi Allah SWT.

Semoga para donatur yang telah membantu dilancarkan rezekinya, dimudahkan urusannya, dan selalu berada dalam lindungan-Nya,” tutup beliau.

Ketua Pondok Al-Qur’an Nagari Labuh Asri Ade Putra  turut menyampaikan rasa syukur atas kepedulian Pemerintah Nagari terhadap kegiatan keagamaan. “Kami sangat berterima kasih karena kegiatan seperti ini menjadi energi baru bagi anak-anak kami untuk terus mencintai dan memperdalam Al-Qur’an. Dukungan nagari adalah semangat kami untuk melahirkan generasi Qur’ani,” ujarnya.

Kemudian  menyampaikan rasa haru dan bangga atas dukungan masyarakat serta prestasi yang diraih oleh kafilah Nagari Labuah. “Kami sangat terharu melihat antusiasme dan kebersamaan masyarakat, baik yang di ranah maupun perantauan, dalam mendukung kegiatan ini.

Prestasi para peserta adalah hasil kerja keras bersama dan bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di Nagari Labuah. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ini, (mdtk)