Tanah Datar,—Sekretaris Daerah Tanah Datar Drs. Iqbal Ramadi Payana mewakili Bupati Tanah Datar serahkan bantuan berupa uang tunai sebanyak Rp190.000.000 yang berasal sumbangan dari ASN dan Non ASN Pemda Tanah Datar, PKK, bundo kanduang, jamaah masjid, sekolah, dharmawanita dan masyarakat lainnya serta pakaian yang dihimpun Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Kabupaten Tanah Datar.
Bantuan itu diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan didampingi Sekda Tanah Datar Asisiten Ekonomi dan Pembangunan Alfian Jamrah, Kadis Sosial dan PPA Afrizon, Kadis Kominfo Yusrizal, Tim Percepatan Pembanguan Edisusanto dan Abdul Hakim yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Pesisir Selatan, Ketua IKPS Tanah Datar Hendri Adi Nurma, dan BKPRMI dan apararatur Dinsos dan PPA diruang Bupati Pesisir Selatan
Sebelumnya ujar Sekda dan beberapa hari yang lalu kita telah mengirimkan logistik dan relawan bencana,
“Bantuan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Pemda dan masyarakat Tanah Datar terhadap bencana yang melanda sebagian wilayah Pesisir Selatan,”
Iqbal berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak korban banjir dan longsor..”Semoga apa yang telah disumbangkan ini bisa meringankan saudara kita yang terdampak korban banjir dan longsor, dan kita doakan semuanya baik-baik saja,”
Sekretaris Daerah Pesisir Selatan Mawardi yang dampingi Asisten 1 Syahrial Andoni, Kadis Kominfo Wendi, Kabag Umum, dan niniak mamak Aia Ajo menyampaikan korban becana banjir sebanyak 29 jiwa, 25 diantaranya meninggal dunia dan masih belum ditemukan empat jiwa.
“Kedatangan dunsanak dari luhak nan tuo dan sumbangan yang diserahkan tentu menjadi penyejuk bagi masyarakat Pesisir Selatan korban banjir dan tanah longsor tanggal 7 dan 8 Maret lalu”,

Bencana banjir dan tanah longsor kali ini merupakan bencana terbesar setelah bencana tahun 1915 juga pernah terjadi sebagaimana yang diberitakan di media belanda.
Banjir dan longsor tahun ini, berdampak besar di 14 Kecamatan 134 nagari dari 182 nagari dengan penduduk 223 ribu jiwa. Hanya Kecamatan Lunang yang tidak terdampak.
Infrastruktur yang rusak meliputi daerah Irigasi 140 unit, 3000 an hektare lahan, sekolah dan fasilitas lainnya. 11.000 rumah rusak, 900 unit diantaranya rusak parah serta 1300 ekor ternak hilang.(mdtk)