Tanahdatar,— Sekitar 100 orang warga Nagari Tigo Koto Ikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025 di Nagari III Koto Kecamatan Rambatan
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyusun prioritas pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Musrenbang dihadiri Tim Musrenbang Kabupaten Tanah Datar yang Diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Riswandi, Anggota DPRD Tanah Datar Hj. Felly Endra yang juga putra Nagari Tigo Koto, Anggota DPRD Tanah Datar Andri Jinil,Camat Rambatan, serta anggota Porpinca, ninik mamak dari KAN, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), dan tokoh masyarakat setempat.
Wali Nagari III Koto, Wily Adha, dalam sambutannya menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyusun rencana kerja yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui Musrenbang ini, kita ingin memastikan bahwa program dan kegiatan yang dirancang benar-benar menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Wily Adha.
“Kami menyadari bahwa belum semua usulan bisa kita realisasikan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, kami prioritaskan program yang paling mendesak dan berdampak luas bagi masyarakat,”
Sejumlah isu strategis untuk Nagari III Koto Juga dipaparkan Willy Adha di antaranya pengaspalan jalan Galogandang menuju Simabur yang menghubungkan tiga nagari (III Koto, Batu Basa, dan Simabur) serta dua kecamatan (Rambatan dan Pariangan). Selain itu, rencana lanjutan pengaspalan jalan simpang Turawan menuju Pasir Jaya juga menjadi prioritas.
Di bidang energi, Nagari III Koto berencana menjalin kerja sama dengan investor untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan menjadi sumber energi terbarukan bagi nagari. “Khusus untuk investasi ini, kami juga meminta dukungan penuh dari masyarakat dan perantau agar rencana ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi kita semua,”
Anggota DPRD Tanah Datar, Hj. Felly Endra, meminta masyarakat untuk memahami langkah efisiensi yang saat ini dilakukan pemerintah demi menjaga kelangsungan pembangunan.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan, tapi bagaimana kita mengelola sumber daya dengan lebih bijak agar hasil pembangunan tetap maksimal,” ujarnya. Ia juga mengakui,
“Sebagai anggota DPRD dan putra Nagari Tigo Koto, saya sadar belum begitu banyak berbuat. Namun saya berkomitmen untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi nagari dan masyarakat.” Lebih lanjut, Hj. Felly menambahkan,
“Alhamdulillah untuk tahun ini saya telah menganggarkan dana pokir saya sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan sarana olahraga. Semoga dengan dana tersebut bisa membantu kegiatan pemuda dan mendukung pembangunan sarana olahraga di Nagari Tigo Koto.”
Harapan yang sama juga disampaikan oleh anggota DPRD Tanah Datar,andri Jinil. Ia menyoroti bahwa efisiensi yang dilakukan saat ini turut mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan bersama-sama mencari solusi agar dampak ekonomi yang terjadi dapat diminimalisir, sehingga pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat . Saya berjanji ke depan akan membantu dana pokir saya untuk Nagari Tigo Koto.
Namun untuk tahun ini, fokus pokir saya di Nagari Simawang karena sebagai anak Nagari Simawang, tentu saya juga memprioritaskan pembangunan di nagari saya, sama seperti ibuk Hj. Felly Endra
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Tanah Datar, Riswandi menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Tanah Datar Hj. Felly Endra atas dukungannya dalam peningkatan prasarana olahraga di Nagari Tigo Koto. Selain itu, Bapak Riswandi juga mengajak masyarakat mendukung program daerah
Khusus untuk program “Satu Even Satu Nagari”, Nagari III Koto telah melaksanakan kegiatan ini meskipun dengan keterbatasan dana saat ini. “Tidak ada salahnya kegiatan ini terus dilanjutkan karena selain meningkatkan potensi daerah dan mempererat kebersamaan masyarakat, program ini juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,”
Kemudian untuk pengembangan pariwisata minta Wali Nagari untuk membuat aturan pernag untuk pengelolaan akses dan parkir kendaraan di objek wisata sehingga pengunjung yang datang juga merasa terayomi karena kita telah melakukan pemungutan resmi (mdtk