Tanahdatar,– Muhammad. Rayhan, santri MTs Muhammadiyah Lima Kaum dan murid pertama Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang tinggal di asrama, berhasil meraih juara II pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan.
Ia tampil sebagai wakil Nagari Pagaruyung dan sukses mengharumkan nama nagari serta sekolahnya.
Kepala MTs Muhammadiyah Lima Kaum, Dina Muliwati, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian yang diraih Rayhan. Menurutnya, keberhasilan santri kelas VII itu adalah buah dari kesungguhan belajar dan latihan yang tekun, ditambah lingkungan asrama yang mendukung pembinaan karakter dan keagamaan.
“Kami sangat bangga dengan prestasi Rayhan. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi santri lainnya. Walaupun mewakili nagarinya Di Pagaruyung, namun tetap ikut membanggakan sekolah,” ujar Dina.
Lebih lanjut, Dina menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh kepada para santri untuk mengembangkan potensi mereka. Menurutnya, MTs Muhammadiyah Lima Kaum tidak hanya berfokus pada bidang akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dan kegiatan ekstrakurikuler yang membangun karakter.
Keberhasilan Muhammad Rayhan juga disambut secara khusus oleh guru dan santri MTs Muhammadiyah Lima Kaum serta penghuni asrama Muhammadiyah Boarding School. Mereka memberikan ucapan selamat, doa, serta dukungan agar Rayhan terus berprestasi dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembentukan MBS Limo Kaum, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, SH, MH, juga menyampaikan apresiasinya atas prestasi Muhammad Rayhan.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa hadirnya boarding school di lingkungan Muhammadiyah Tanah Datar sudah mulai menunjukkan hasil yang positif dalam melahirkan generasi Qur’ani berprestasi.
Muhammad Rayhan adalah santri pertama yang tinggal di asrama. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi adik-adiknya di Muhammadiyah Boarding School untuk terus berprestasi, baik dalam bidang keagamaan maupun akademik,” ungkap Mustafa Akmal.
Ke depan, pihak sekolah dan boarding school berharap lebih banyak lagi santri yang mengikuti jejak Rayhan, sehingga nama MTs Muhammadiyah Lima Kaum dan Muhammadiyah Boarding School semakin dikenal luas di tingkat kabupaten hingga provinsi (mdtk)