Padang – Sebanyak delapan orang utusan Juang Kencana Provinsi Sumatera Barat dipastikan akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) IX Juang Kencana di Palm Hotel dan Convention Surabaya, Jawa Timur, pada 10–12 Agustus 2026.
Delegasi Juang Kencana Sumatera Barat dipimpin Ketua Juang Kencana Sumbar, Yendrizal dengan anggota rombongan tersebut masing-masing Makmur Salman, Syam Asmayetti, Syahrul Aziz, Wisma Miharti, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH, MH, Erpice, dan Rahma Delita.
Keikutsertaan delapan utusan tersebut merupakan bentuk komitmen Juang Kencana Sumatera Barat dalam mendukung kegiatan nasional sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota Juang Kencana dari seluruh Indonesia.
Jambore Nasional IX Juang Kencana menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan wawasan organisasi, serta berbagi pengalaman antaranggota dari berbagai provinsi.
Selama kegiatan, para peserta juga akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari sidang organisasi, diskusi, hingga kegiatan kebersamaan yang telah disiapkan panitia.
Selain mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore Nasional IX, delegasi Juang Kencana Sumatera Barat juga akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin kerja sama dan bertukar pengalaman dengan pengurus Juang Kencana dari berbagai provinsi.
Hasil dari pertemuan nasional ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperkuat program kerja organisasi serta meningkatkan peran Juang Kencana Sumatera Barat dalam mendukung kesejahteraan para anggotanya.
Dalam rangkaian Jambore Nasional IX tersebut, Ketua Juang Kencana Sumatera Barat, Yendrizal, juga meminta Ketua Juang Kencana Kabupaten Tanah Datar, Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH, MH, untuk menyerahkan sekaligus meluncurkan buku autobiografinya yang berjudul “Memoar Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, S.H., M.H.: Wartawan, PNS, Dosen, Aktivis, dan Advokat” kepada Ketua Umum Juang Kencana Indonesia.
Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu agenda istimewa dalam Jamnas IX sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan pengabdian Mustafa Akmal di berbagai bidang.
Menurut Yendrizal, dirinya telah memberikan testimoni dan juga membaca draf buku tersebut. Ia menilai buku itu sangat layak diperkenalkan kepada seluruh pejuang Keluarga Berencana (KB) di Indonesia karena memuat kisah nyata perjuangan petugas KB pada masa awal pelaksanaan program di lapangan.
Salah satu pengalaman yang diceritakan Mustafa Akmal adalah ketika menjadi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang melakukan penyuluhan dari rumah ke rumah warga di Solok Batung, Kelurahan Sigando, Kota Padang Panjang.
Dalam menjalankan tugas tersebut, ia pernah dimarahi oleh seorang suami yang dikunjungi, bahkan diancam menggunakan golok sehingga terpaksa meninggalkan rumah tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Yendrizal juga mengungkapkan bahwa buku tersebut merekam berbagai pengalaman berharga yang tidak banyak diketahui generasi pejuang KB saat ini. Di antaranya ketika Mustafa Akmal bersama Tim Safari KB Provinsi Sumatera Barat, termasuk almarhum Indra Wirdhana, SH, melakukan Safari KB ke Kepulauan Mentawai.
Dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi diterjang gelombang dan terombang-ambing di tengah laut selama sekitar enam jam. Tim yang menunggu kedatangan rombongan di Mentawai sempat diliputi kekhawatiran karena tidak ada kabar.
Pada masa itu sarana komunikasi masih sangat terbatas dan hanya mengandalkan radio ORARI. Namun komunikasi terputus karena baterai perangkat radio telah habis. Syukurlah, rombongan akhirnya tiba dengan selamat sehingga kegiatan Safari KB dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Selain aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, Mustafa Akmal hingga kini juga tetap konsisten menulis di berbagai media massa.
Melalui karya-karya jurnalistiknya, ia terus mempublikasikan berbagai kegiatan Program Keluarga Berencana di daerah, termasuk aktivitas Juang Kencana di Sumatera Barat.
Menurut Yendrizal, dedikasi tersebut merupakan bentuk pengabdian yang tidak pernah berhenti dalam mendokumentasikan sejarah perjuangan KB sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai kiprah para pejuang KB kepada masyarakat luas.
Yendrizal menambahkan, kepengurusan Juang Kencana Sumatera Barat juga berkomitmen menjaga kekompakan dan mempererat silaturahmi antaranggota melalui pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap bulan.
Pertemuan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, seperti santapan rohani, konsultasi kesehatan, arisan, serta diskusi mengenai program-program organisasi.
Selain itu, Juang Kencana Sumatera Barat juga melaksanakan program Bapak Asuh dan Lansia Berdaya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama anggota dan masyarakat. Organisasi juga aktif dalam kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah dan bencana alam sebagai wujud kepedulian untuk meringankan beban para korban.
Menurut Yendrizal, pengalaman-pengalaman yang dituangkan dalam buku tersebut merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan para pejuang KB di Indonesia yang patut didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi penerus.
Ia berharap peluncuran buku dalam forum Jambore Nasional IX tidak hanya menjadi momentum apresiasi terhadap pengabdian Mustafa Akmal Datuk Sidi Ali, SH, MH, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Juang Kencana Indonesia untuk terus mengabdi kepada masyarakat dengan semangat, dedikasi, dan pengorbanan sebagaimana telah dicontohkan oleh para pendahulu. Ia juga berharap delegasi Sumatera Barat dapat membawa nama baik daerah dalam Jamnas IX sekaligus memperkuat jaringan dan sinergi Juang Kencana di tingkat nasional.(Mdtk)