JAKARTA — Kolonel Dasril Jamain dipercaya menjadi Ketua Kerukunan Keluarga Tanah Datar (KKTD) Luak Nan Tuo Jabodetabek setelah meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Besar (Mubes) KKTD yang digelar di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (10/8).
Dalam pemilihan tersebut, Dasril Jamain meraih 24 suara, mengungguli Fendi Helfi yang memperoleh 19 suara dan Rossy Shofian dengan 9 suara. Sementara itu, sebanyak 7 peserta memilih abstain.
Atas terpilihnya Dasril Jamain, Ketua KKTD Nasional Dr. H. Yuherman, SH, MH, MKn menyampaikan ucapan selamat. Ia berharap kepengurusan KKTD Luak Nan Tuo Jabodetabek yang baru dapat membawa organisasi semakin kuat, solid dan bermartabat.
“Kita berharap organisasi ini menjadi kuat dan bermartabat, serta dijalankan dengan penuh keikhlasan dan semangat yang tinggi untuk membangun KKTD Luak Nan Tuo,” ujar Yuherman.
Ia juga berharap hubungan yang harmonis antarwarga KKTD Jabodetabek terus dijaga dan diperkuat. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai program organisasi, baik yang dilaksanakan di ranah maupun di rantau, diharapkan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Menurut Yuherman, KKTD harus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan warga Tanah Datar di perantauan, sekaligus membangun hubungan yang semakin erat dengan kampung halaman.
Sementara itu, Kolonel Dasril Jamain menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin KKTD Luak Nan Tuo Jabodetabek.
Ia menyadari amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kebersamaan.
Dasril mengajak seluruh pengurus dan anggota KKTD Jabodetabek untuk menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi serta bersama-sama membangun organisasi agar semakin solid.
Ia berharap seluruh program KKTD dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga Tanah Datar, baik di rantau maupun di kampung halaman.
Terpilihnya Dasril Jamain diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran KKTD Luak Nan Tuo Jabodetabek sebagai wadah pemersatu masyarakat Tanah Datar di perantauan, sekaligus menjembatani hubungan antara ranah dan rantau.(Mdtk)